"Produksi dari 3,2 juta dosis sperma, kebutuhannya hanya di bawah 1,2 juta, sehingga produksi kita over supply 2 juta dosis sperma," kata Direktur Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro ditemui di Kantor Kementerian Pertanian Gedung C, Rabu (23/7/2014).
Syukur mengatakan, dengan berlebihnya produksi sperma sapi dari 2 Balai Inseminasi Buatan Nasional di Singosari (Malang) dan Lembang (Bandung) dapat diekspor ke luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan dengan kualitas semen beku Indonesia sudah dapat ditentukan produksi sapinya jantan atau betina.
"Dengan kualitas yang baik dan harga yang lebih murah, banyak negara yang mengimpor semen beku dari Indonesia. Untuk semen beku perah, Brahman, Simental, dan sapi Limousin sudah diekspor ke Myanmar, Kamboja, Kyrgyz Republik, Kazakstan, Afghanistan, dan Malaysia," tutupnya.
(rrd/hen)











































