Omzet McDonald's di Tiongkok dan Jepang Terguncang Kasus Daging Busuk

Omzet McDonald's di Tiongkok dan Jepang Terguncang Kasus Daging Busuk

- detikFinance
Selasa, 05 Agu 2014 11:18 WIB
Omzet McDonalds di Tiongkok dan Jepang Terguncang Kasus Daging Busuk
Foto: Reuters
New York - Raksasa makanan cepat saji asal Amerika Serikat (AS), McDonald's, menyatakan perolehan omzetnya tahun ini akan terganggu oleh kasus daging busuk di Tiongkok dan Jepang. Turunnya omzet ini akan terjadi di sekitar Asia Pasifik.

Selama ini daerah regional itu menyumbang sekitar 10% dari total omzetnya di seluruh dunia. Perusahaan asal Negeri Paman Sam itu sedang berupaya mengembalikan kepercayaan konsumen di wilayah tersebut.

Pada 21 Juli lalu, pemerintah Shanghai telah menutup Shanghai Husi Food Co. setelah disinyalir memasok daging busuk ke beberapa perusahaan waralaba makanan cepat saji asal AS. Polisi pun menangkap lima bos Husi Food.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bisnis McDonald's di Tiongkok, Jepang, dan negara lain di sekitarnya akan terkena imbas negatif dari kasus ini," kata McDonald's dalam laporan tertulisnya seperti dikutip AFP, Selasa (5/8/2014).

"McDonald's sudah punya strategi untuk mengembalikan kepercayaan dan kesetiaan pelanggan," jelasnya.

Pekan lalu, McDonald's sudah berhenti menggunakan daging dari kelompok usaha Husi, termasuk induk usahanya OSI Group. McDonald's cabang Jepang juga sudah menghentikan aneka produk ayam yang dagingnya dikirim dari Tiongkok.

Baik McDonald's maupun OSI sudah meminta maaf atas kasus ini dan berjanji untuk memperketat standar keamanan dan kualitas bahan makanannya.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads