Eks Dirut PT Nindya Karya (Persero) mengaku kaget saat mengetahui dipercaya menjadi orang nomor satu di BUMN karya tersebut. Ia memperoleh pemberitahuan penunjukan sehari sebelum pengangkatan dari Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Abdul Aziz.
"Kemarin sore saya baru dikasih tahu sama Pak Aziz. Saya SK-nya belum terima," kata Ngurah Putra saat ditemui di lobi Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (5/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada beberapa yang diarahkan. Bagaimana kita maju, tumbuh," jelasnya.
Di tempat yang sama, Dahlan menjelaskan ada beberapa pekerjaan rumah Ngurah Putra sebagai bos baru Hutama Karya. Ngurah Putra diminta mempersiapkan pembangunan Tol Trans Sumatera meskipun Perpers penugasan belum turun.
"Saya juga minta supaya HK sungguh-sungguh di dalam perjuangkan HK di JORR S. Jalan tol JORR S karena itu hak HK. Jangan sampai digarong oleh penggarong jalan tol," jelasnya.
Ngurah Putra dipilih karena berhasil membawa korporasi Nindya Karya keluar dari perangkap kesulitan keuangan bahkan lolos dari berbagai gugatan pailit.
"Dia lebih muda kemudian Nindya bisa keluar dari masalah besar dan kinerjanya bagus," ujarnya.
(feb/ang)











































