RI Punya Stok Belasan Juta Ekor Sapi Tapi Masih Impor, Ini Penyebabnya

RI Punya Stok Belasan Juta Ekor Sapi Tapi Masih Impor, Ini Penyebabnya

- detikFinance
Selasa, 12 Agu 2014 12:36 WIB
RI Punya Stok Belasan Juta Ekor Sapi Tapi Masih Impor, Ini Penyebabnya
Jakarta - Impor sapi hidup dari Australia yang masuk ke Indonesia terbilang cukup deras. Padahal secara survei Badan Pusat Statistik (BPS) 2013, Indonesia ada belasan juta stok sapi hidup lokal.

Pihak BPS mengungkapkan ada sejumlah masalah mengapa impor sapi rutin dilakukan setiap tahun dengan jumlah yang cukup besar.

Deputi bidang Statistik Produksi BPS Adi Lumaksono mengungkapkan salah satu alasannya adalah karena Indonesia tidak memiliki apa yang dinamakan stok riil sapi lokal di tingkat peternak. Sapi yang dimiliki peternak hanya sebagai tabungan setiap keluarga petani yang jumlahnya hanya 1-2 ekor per keluarga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rumah tangga yang mempunyai stok ternak 1-2 ekor cukup besar. Jadi mereka ini tidak akan melepas ternak mereka kalau ada kebutuhan," kata Adi saat berdiskusi dengan media di Hotel Swiss-Bel, Jalan Kartini Raya, Jakarta, Selasa (12/08/2014).

Menurut catatan Sensus Pertanian BPS 2013, jumlah peternak yang memiliki populasi sapi siap potong hanya 1-2 ekor cukup besar jumlahnya mencapai 3,81 juta orang. Sementara itu peternak skala besar yang mempunyai populasi sapi siap potong lebih dari 500 ekor tercatat hanya 38 peternak.

"Mereka menjadikan sapi mereka sebagai tabungan. Jadi stok yang ada ini tidak bisa dilepas dan tidak bisa dijadikan sebagai stok," imbuhnya.

Kemudian indikasi lainnya adalah karena masih banyaknya sapi betina produktif yang dipotong. Hal ini menyebabkan jumlah populasi sapi di Indonesia terus berkurang dari tahun ke tahun.

Sesuai data BPS, jumlah populasi sapi siap potong di tahun 2013 sebanyak 12,69 juta ekor dan 437,98 ribu ekor sapi perah. Jumlah sapi siap potong dan sapi perah terbanyak terdapat di Provinsi Jawa Timur yaitu masing-masing sebanyak 3,59 juta ekor dan 222,91 ribu ekor.

"Kenyataan sampai saat ini kita masih impor. Tahun 2013 populasi ternak kita turun. Kenapa turun tentu kita lihat parameter kelahiran seperti sapi betina produktif yang masih banyak dipotong. Sementara itu kebutuhan daging diperlukan tidak hanya di sektor rumah tangga tetapi industri," jelasnya.

Menurut catatan Kementerian Perdagangan, realisasi impor sapi hidup dan daging sapi dari Januari hingga pertengahan Mei 2014 masih belum mencapai 25% dari Surat Persetujuan Impor (SPI). Diantaranya Pemasukan impor sapi bakalan sebanyak 45.000 ekor atau 22% dari SPI yang diberikan 199.000 ekor.

Sementara itu, untuk pemasukan sapi potong masih sekitar 15.000 ekor atau sekitar 18% dari SPI yang diberikan sebanyak 81.000 ekor. Bahkan untuk impor daging sapi realisasi pemasukannya hanya 7% atau sekitar 3.010 ton dari persetujuan impor yang diberikan sebanyak 43.000 ton.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads