BBM Belum Bisa Dipasok ke Krueng Raya dan Meulaboh
Senin, 03 Jan 2005 14:16 WIB
Jakarta - Dirjen Migas DESDM Iin Arifin Takhyan mengakui, pasokan BBM untuk wilayah Krueng Raya dan Meulaboh belum dapat dilaksanakan. Hal ini mengingat kerusakan di dua daerah tersebut yang tergolong parah terutama pada jalur transportasi sehingga menyulitkan penyaluran BBM di daerah tersebut. Namun demikian untuk pasokan minyak tanah masih bisa diatasi karena masih ada 2 tanki minyak tanah yang selamat dari bencana Tsunami. "Tapi untuk solar mungkin tidak dapat disediakan karena tangkinya sudah bocor sejak awal," kata Iin Usai mengadakan rapat di DESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (3/1/2004).Ia menambahkan, untuk mengatasi masalah itu, Pertamina sudah melakukan operasi melalui jalan udara yakni dengan memperbaiki depo-depo yang ada di Krueng Raya dan Meulaboh. "Dua depo yang ada di Krueng Raya dan Meulaboh mengalami kerusakan cukup prah dan diharapkan perbaikan bisa dilakukan secapatnya dengan menggunakan helikopter," tegasnya.Untuk pasokan BBM di Banda Aceh dan Lhok Seumawe, Iin memastikan tidak ada persoalan untuk penyediaan BBM. Hal itu dikarenakan sudah dilakukan pengiriman melalui jalan darat dimana BBM itu diangkut dari Medan. Suplai dilakukan dengan memakai dua jalur yaitu jalur dari Medan ke Banda dan jalur dari Lhok Seumawe ke Banda. Untuk jalur terkhir ini dilakukan lewat laut dan kembali lewat jalan darat. Dikarenakan jumlah tanki yang tidak memadai, maka pemerintah menggunakan tanki kelapa sawit untuk memasok BBM ke Banda dan Lhok Seumawe. Untuk minyak tanah dibagikan secara gratis kepada masyarakat di Banda Aceh dan Lhok Seumawe dan biayanya akan dibebankan ke APBN.
(qom/)











































