Selama November 2004
Ekspor dan Impor RI Melorot
Senin, 03 Jan 2005 15:05 WIB
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia pada November 2004 mencapai US$ 5,17 miliar atau turun 23,12 persen dibandingkan ekspor bulan sebelumnya. Sedangkan impor pada November mencapai US$ 3,71 miliar atau turun 14,03 persen dibanding impor Oktober yang sebesar US$ 4,32 miliar.Hal ini disampaikan Kepala BPS Choiril Maksum saat jumpa pers di Gedung BPS, Jl. Dr Soetomo, Jakarta, Senin, (3/1/2005). Menurut Choiril, secara kumulatif ekspor aktual selama Januari-November 2004 mencapai US$ 62,75 miliar atau naik 9,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2003.Adapun ekspor non migas aktual pada November 2004 mencapai 3,80 miliar atau turun 28,61 persen dibandingkan ekspor bulan sebelumnya. Sedangkan selama Januari-November 2004, ekspor non migas aktual meningkat 8,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2003.Penurunan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral, khususnya batu bara sebesar US$ 243,1 juta dan peningkatan terbesar terjadi pada alas kaki sebesar US$ 26,9 juta.Ekspor non migas ke Amerika Serikat mencapai angka terbesar yakni US$ 505,8 juta, disusul Jepang sebesar US$ 492,2 juta, Singapura sebesar US$ 351,3 juta dan Cina US$ 242,7 juta dengan kontribusi keempatnya mencapai 41,88 persen.Sementara itu, untuk impor Januari-Novemver 2004, Choiril menyebutkan, mencapai US$ 41,53 miliar atau naik 40,01 persen dibandingkan impor periode yang sama tahun 2003 yang sebesar US$ 29,67 miliar.Impor non migas pada November 2004 mencapai US$ 2,65 miliar atau turun 18,95 persen dibandingkan Oktober 2004. Sedangkan selama Januari-November 2004 impor non migas mencapai US$ 31,17 miliar atau naik 37,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2003.Adapun negara pemasok barang impor terbesar ditempati Jepang dengan nilai US$ 5,44 miliar dengan pangsa 17,44 persen diikuti Cina sebesar 9,69 persen dan AS sebesar 8,92 persen.
(umi/)











































