Follow detikFinance
Selasa, 19 Agu 2014 12:45 WIB

Meski Hemat Waktu, Kirim Air Galon Pakai Kereta Biayanya Membengkak 70%

- detikFinance
Sukabumi - Pertama kalinya air minum dalam kemasan (AMDK) galon dikirim melalui kereta api (KA) dari Sukabumi ke Jakarta oleh PT Tirta Investama (Aqua Group). Meski banyak menghemat waktu hingga 4 jam, biaya pengiriman menggunakan kereta lebih mahal 70% daripada angkutan truk.

Manajer proyek pendistribusian air galon dengan KA, PT Tirta Investama Mochamad Bimo mengatakan, secara prinsip pengiriman menggunakan truk lebih murah. Berdasarkan hitungannya, biaya angkut setiap satu galon dari pabrik Mekarsari, Sukabumi ke Jakarta Rp 1.000.

"Kalau misalnyua naik truk Rp 1.000. Kurang lebih ini (kereta) Rp 1.700. Jadi lebih mahal naik kereta api," kata Bimo di acara Peresmian distribusi Aqua menggunakan kereta api di Stasiun Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (19/8/2014).

Bimo mengatakan, besarnya ongkos angkut KA tersebut mencakup ongkos pulang pergi pendistribusian air galon. Transportasi KA mengangkut produk dalam bentuk kosong dan terisi. "Itu ongkos bolak balik," katanya.

Ia mengatakan, alasan penggunaan kereta api lebih mahal karena kereta api menggunakan sistem double handling. Perusahaan tetap harus menggunakan truk yang mengangkut dari pabrik menuju stasiun atau sebaliknya, stasiun menuju pabrik.

"Itu karena ada Forklift juga sebagai tambahan. Istilahnya kalau dari truk itu door to door. Kalau ini station to station. Ke stasiun aja perlu ada truknya," jelas Bimo.

Meski lebih mahal, Bimo mengatakan, perusahaan tidak akan membebankan hal itu pada harga jual produk ke konsumen.

"Kita lebih mengutamakan, kalau ada kereta alternatif kenapa nggak kereta. Itu impact ke lingkungan," tutupnya.

PT Tirta Investama pertama kalinya mengirimkan air minum dalam kemasan galon dari pabriknya di Mekarsari, Sukabumi ke Stasiun Gudang Jakarta di Ancol.

Kereta dari Stasiun Cicurug Sukabumi berangkat pukul 19.45 WIB mengangkut 8 gerbong datar yang bermuatan 21.000 galon air, setiap hari mulai 18 Juni 2014. Galon yang kosong diangkut dari Stasiun Gudang Jakarta menuju Stasiun Cicurug Sukabumi menjelang fajar.

(zul/hen)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed