Menurut JK, ini yang akan menjadi acuan dirinya dan Jokowi dalam penetapan rancangan APBN (RAPBN) 2015 nanti.
"APBN itu pertama harus mencapai target yang dibutuhkan, misalkan, apa tergtenya? Pertumbuhan 7%. Dibutuhkan investasi berapa, butuh keterlibatan pemerintah, swasta, aturannya seperti apa, berapa dananya? Itu pertanyaan yang harus dijabarkan dalam bentuk angka, bukan APBN naik, semua naik," tutur JK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK mengatakan, pertumbuhan ekonomi 7% ini bisa dicapai dengan sejumlah cara. Termasuk, dengan mengalihkan subsidi ke program-program yang lebih produktif.
Sebelumnya, Tim Transisi Jokowi-JK menyatakan, untuk mencapai angka pertumbuhan 7% ini, dibutuhkan investasi infrastruktur setidaknya sebesar 6500 triliun dimana hanya 25% atau berkisar 1638 triliun kebutuhan investasi dapat disediakan dari APBN. Sedangkan 75% lainnya harus dicarikan pembiayaan dari pihak lain seperti BUMN maupun pihak swasta.
Dalam Nawa Cita (9 Agenda Perubahan), Jokowi-JK berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing rakyat, baik di pasar nasional maupun pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bergerak maju seiring pertumbuhan di negara-negara Asia lainnya.
Dalam 5 tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata berkisar pada angka 5,8% (2005-2013), sedangkan alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur berkisar pada angka 4-5% dari PDB.
Bila dibandingkan dengan India dan Tiongkok, investasi infrastruktur di Indonesia boleh dikatakan tertinggal jauh. Sejak tahun 2009 investasi infrastruktur di India sudah mencapai 7% dari PDB, sedangkan di Tiongkok sejak 2005 investasi infrastruktur sudah mencapai 9-11% dari PDB. Tambahan anggaran 1% PDB hanya mendorong 0,17% pertumbuhan ekonomi nasional, sedangkan di India 0,28% dan Tiongkok 0,33%.
Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Jokowi-JK berkomitmen membangun infrastruktur, antara lain infrastruktur kelistrikan di mana terjadi penambahan minimal 35 ribu MW (mega watt) listrik untuk menerangi nusantara. Membangun infrastruktur jalan sekurang-kurangnya 2.000 km.
Membangun serta merenovasi sekurang-kurangnya 10 pelabuhan laut dan bandara. Membangun 10 kawasan Industri baru berikut hunian untuk para buruh. Membangun sekurang-kurangnya 5.000 pasar tradisional di seluruh Indonesia dan memodernisasi pasar tradisional yang telah ada.
(dnl/ang)











































