Nelayan Sudah Biasa Beli Solar Subsidi Rp 7.000/Liter

Nelayan Sudah Biasa Beli Solar Subsidi Rp 7.000/Liter

- detikFinance
Jumat, 29 Agu 2014 17:05 WIB
Nelayan Sudah Biasa Beli Solar Subsidi Rp 7.000/Liter
Jakarta - Para nelayan di Indonesia sudah terbiasa membeli solar subsidi di atas harga yang ditetapkan. Nelayan membeli solar subsidi Rp 7.000/liter atau lebih mahal dari harga jual solar subsidi yang hanya Rp 5.500/liter.

"Sekarang itu sebagian besar nelayan yang tidak ada SPBU dan SPBN itu belinya Rp 7.000/liter. Kenapa lebih mahal? Karena ada biaya tambahan angkut," kata Direktur Pengembangan Usaha dan Penangkapan Ikan Kementerian Perikanan dan Kelautan Zaini Hanafi saat berdiskusi dengan media di kantor KKP, Jakarta, Jumat (29/08/2014).

Dilihat dari jumlah SPBN atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Indonesia, lanjut Zaini, memang masih minim. Saat ini Indonesia hanya memiliki 200 SPBN, sedangkan jumlah pelabuhan yang ada lebih dari 800 dan ribuan jumlah sentra nelayan di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada ongkos di luar SPBN yang harus dibayarkan oleh nelayan. Kita itu baru punya 200 SPBN dan ini yang mengakibatkan harga jual solar subsidi harus ditambah ongkos distribusi. SPBN kita masih kurang dan mayoritas dibeli di luar SPBN dan ditambah ongkos dan harganya lebih mahal," paparnya.

Di Jakarta, rata-rata harga solar subsidi di tingkat nelayan sudah Rp 6.500/liter. Sehingga Pertamina dan sektor swasta harus lebih memperbanyak bangun SPBN di sentra nelayan dan pelabuhan Indonesia.

"Di Jakarta saja mereka (nelayan) beli dengan harga Rp 6.500/liter solar, apalagi di luar Jakarta. Contoh di Kamal Muara. Idealnya ada satu SPBN di setiap pelabuhan, jumlah pelabuhan kita 800," sebutnya.

(wij/hds)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads