Tarif Industri Listrik Naik, Ini Pabrik yang Paling Kena Dampak

Tarif Industri Listrik Naik, Ini Pabrik yang Paling Kena Dampak

- detikFinance
Selasa, 02 Sep 2014 13:58 WIB
Tarif Industri Listrik Naik, Ini Pabrik yang Paling Kena Dampak
Jakarta - Menteri Perindustrian MS Hidayat mengaku tak berhasil mencegah kenaikan tarif listrik untuk industri yang dilakukan bertahap tahun ini. Sejumlah industri diperkirakan terkena dampak kebijakan ini.

"Saya pernah memperjuangkan untuk itu dipertahankan lagi. Tapi itu tidak berhasil," kata Hidayat di kantornya, Selasa (2/9/2014).

Ia mengatakan kenaikan tarif listrik yang dilakukan bertahap diharapkan bisa meringankan beban dunia usaha. Ia menghitung dampak terhadap kenaikan tarif listrik untuk biaya produksi memang tak signifikan namun ada beberapa sektor yang cukup terpukul karena banyak mengkonsumsi listrik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Industi yang lapar listrik, misalnya baja. Tapi nggak memicu untuk kenaikan harga karena bisa di efisiensi dari sektor lainnya," kata Hidayat.

Menurut Hidayat, yang perlu diantisipasi terkait potensi tambahan beban biaya bagi industri adalah soal kenaikan harga gas untuk industri. "Iya itu juga harus diatasi," katanya.

Selain listrik dan gas, Hidayat juga mewanti-wanti soal potensi kenaikan harga BBM subsidi beberapa waktu ke depan oleh pemerintahan baru. Meskipun ia mendukung langkah ini, karena subsidi harus tepat sasaran.

"Di deluruh dunia ini negara kaya pun semua APBN menyisakan anggaran untuk subsidi, tapi masalahnya siapa yang harus disubsidi agar tetap sasaran dan kita menuju ke sana," katanya.

Kelompok konsumen yang mengalami kenaikan tarif listrik mulai 1 Mei 2014:

  • Tarif listrik untuk golongan I-3 go public naik jadi Rp 1.027/kWh,
  • Tarif listrik golongan I-4 naik jadi Rp 1.051/kWh.
Untuk kelompok ini tarif listriknya mulai naik 1 Mei 2014, kenaikannya 2 bulan sekali. Pertama dilakukan pada 1 Mei 2014-30 Juni 2014, 1 Juli-31 Agustus 2014, 1 September-31 Oktober 2014, dan 1 November 2014 dan seterusnya.

(hen/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads