3,5 tahun, Realisasi Proyek MP3EI Hanya 41%

3,5 tahun, Realisasi Proyek MP3EI Hanya 41%

- detikFinance
Rabu, 03 Sep 2014 12:15 WIB
3,5 tahun, Realisasi Proyek MP3EI Hanya 41%
Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana melaporkan realisasi proyek-proyek dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Indonesia (MP3EI) hingga Juni 2014. Sejak diluncurkan 27 Mei 2011, realisasi nilai investasi proyek MP3EI tercatat Rp 854 triliun yang terdiri dari 208 proyek infrastruktur dan 174 proyek sektor riil.

Bila dibandingkan dengan posisi akhir 2013 yang sebesar Rp 838,9 triliun, total realisasi investasi ini tidak bergerak signifikan. Pencapaian per Juni 2014 tercatat 41,9% dari target yang sebesar Rp 2.000 triliun.

Menurut Armida, kendala utama penyelesaian proyek-proyek MP3EI adalah pembebasan lahan. Ini merupakan masalah klasik yang belum terpecahkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masalah terhambat alasan klasik, sulit pembebasan lahan, konflik penggunaan lahan, belum terselesaikan rencana tata ruang daerah, serta masih kurangnya pasokan energi listrik terutama di luar Jawa," papar Armida di JCC, Jakarta, Rabu (3/9/2014).

Melanjutkan laporannya, Armida memaparkan pendanaan groundbreaking hingga Juni 2014 sebesar Rp 412 triliun berasal dari beberapa sumber.

"Rp 157 triliun atau 38% merupakan investasi BUMN. Lalu Rp 133 triliun atau 32% dari pemerintah, Rp 29 triliun atau 7% berasal dari investasi swasta, serta Rp 93 triliun atau 23% berasal dari investasi campuran," paparnya.

Dari rincian tersebut, terlihat sumber pendanaan dari non pemerintah jauh lebih besar dari yang berasal dari pemerintah. "Hampir semua sumber pendanaan sektor riil atau sebanyak 88% berasal dari swasta dan BUMN. Sebanyak Rp 441 triliun berasal dari swasta dan Rp 362 triliun dari BUMN," jelas Armida.

Dia menambahkan, dalam jangka pendek Juli-Desember 2014, akan ada proyek baru lagi yang akan segera groundbreaking dengan nilai investasi sebesar Rp 443,5 triliun untuk 132 proyek.

(hds/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads