Bila dibandingkan dengan posisi akhir 2013 yang sebesar Rp 838,9 triliun, total realisasi investasi ini tidak bergerak signifikan. Pencapaian per Juni 2014 tercatat 41,9% dari target yang sebesar Rp 2.000 triliun.
Menurut Armida, kendala utama penyelesaian proyek-proyek MP3EI adalah pembebasan lahan. Ini merupakan masalah klasik yang belum terpecahkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melanjutkan laporannya, Armida memaparkan pendanaan groundbreaking hingga Juni 2014 sebesar Rp 412 triliun berasal dari beberapa sumber.
"Rp 157 triliun atau 38% merupakan investasi BUMN. Lalu Rp 133 triliun atau 32% dari pemerintah, Rp 29 triliun atau 7% berasal dari investasi swasta, serta Rp 93 triliun atau 23% berasal dari investasi campuran," paparnya.
Dari rincian tersebut, terlihat sumber pendanaan dari non pemerintah jauh lebih besar dari yang berasal dari pemerintah. "Hampir semua sumber pendanaan sektor riil atau sebanyak 88% berasal dari swasta dan BUMN. Sebanyak Rp 441 triliun berasal dari swasta dan Rp 362 triliun dari BUMN," jelas Armida.
Dia menambahkan, dalam jangka pendek Juli-Desember 2014, akan ada proyek baru lagi yang akan segera groundbreaking dengan nilai investasi sebesar Rp 443,5 triliun untuk 132 proyek.
(hds/hds)











































