Perang dingin antara pemegang saham dua merek fesyen ternama, Hermes dan Louis Vuitton (LVMH), akhirnya berakhir. LVMH harus melepas saham Hermes yang nilainya diperkirakan mencapai 6,8 miliar euro (Rp 100 triliun).
Seperti dikutip dari AFP, Jumat (5/9/2014), LVMH yang punya aneka produk mulai dari sampanye sampai koper ini mulai mengoleksi saham Hermes secara diam-diam mulai 2010. Waktu itu hanya 14,2% saham Hermes yang dikuasai LVMH.
Sekarang nilai sahamnya sudah mencapai 6,8 miliar euro dan kedua pihak, yang difasilitasi pengadilan perdata Prancis, sepakat untuk mengakhiri perseteruan ini. LVMH pun diminta mengembalikan saham Hermes dan selama lima tahun ke depan dilarang membeli saham produsen scarf dan tas mewah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana ini membuat saham Hermes anjlok hingga 9,38% pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat. Sebaliknya, saham LVMH justru naik 2,1% karena bakal mendapat dana segar dari penjualan saham Hermes.
Selain itu, LVMH juga sudah mendapatkan keuntungan investasi dari pertumbuhan saham Hermes yang dikoleksinya ini. Sejak saham Hermes dipegang Oktober 2010 lalu, LVMH sudah menikmati pertumbuhan saham Hermes hingga 64%.
Jadi selama hampir lima tahun pegang saham produsen scarf dan tas mewah itu, LVMH sudah untung sekitar 2,8 euro (Rp 42 triliun). (ang/hds)











































