Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Muhammad Rusdi menegaskan, parfum yang diminta adalah yang kualitas rendah, bukan parfum yang bermerek. Mereka menyebutnya sebagai parfum jalanan.
"Itu saya bilang bukan parfum yang bermerek, tapi parfum kelas dua dan tiga. Atau kita sebutnya parfum jalanan atau minyak wangi lah begitu," kata Rusdi saat dihubungi detikFinance, Senin (8/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harganya paling yang Rp 20-30 ribu. Sekali lagi, ini bukan parfum mahal yang bermerek. Ini kebutuhan dasar," katanya.
KSPI sendiri berjanji akan memperjuangkan tuntutan para buruh agar upah naik dan komponen KHL disetujui sebanyak 84 item. Jika tidak dipenuhi, mereka siap untuk turun ke jalan dan mengancam akan menutup jalan tol pada akhir Oktober nanti.
(zul/hds)











































