Sistem ini memakai moda kereta monorel (automated people mover system). Kereta monorel ini kembangkan secara keroyakan di dalam negeri oleh konsorsium BUMN yang diketuai PT Adhi Karya Tbk (ADHI).
"Sang Dara atau sistem angkutan bandara ini sinergi BUMN. Kalau konsorsiumnya ADHI, LEN dan INKA," kata Monorel Engineering Adhi Karya Darmawan kepada detikFinance pada acara pameran transportasi di SMESCO Tower, Jakarta, Kamis (11/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu mutar 7,89 menit dari depo sampai seluruh terminal dengan kecepatan 80 km/jam," jelasnya.
Sang Dara direncanakan bisa ground breaking atau dimulai pembangunannya pada akhir 2014. Proses konstruksi memerlukan waktu 2 tahun. Saat beroperasi, Sang Dara bisa melayani pengguna jasa selama 24 jam. Jarak antar kereta dirancang 3-5 menit.
"Rencana ultimate 4 train set. Dari jam 05.00 sampai 23.00 malam. Itu yang reguler. Kalau ada permintaan khusus untuk penerbangan malam. Dia dilayani hanya 1 train set. Itu muter sampai jam 05.00," sebutnya.
Monorel Sang Dara dirancang oleh PT INKA (Persero) sementara sistem kendali dan persinyalan dikerjakan oleh PT LEN (Persero). Untuk teknologi, Sang Dara mengadopsi konsep monorel di Eropa dan Jepang.
"Ini diadopsi dari Eropa dan Jepang. Kalau di Eropa misal untuk rem adopsi monorel di Swiss, alat penggerak dari Jerman," ujarnya.
(feb/ang)










































