Pakar Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Arief Daryanto mengungkapkan program food estate salah perencanaan sejak awal.
"Niatnya baik untuk ketahanan pangan, tapi infrastruktur penunjangnya seperti jalan, transportasi dan yang lainnya nggak kunjung dibikin, makanya program ini nggak jalan-jalan," ujarnya dalam sebuah diskusi pangan di Kantor DPP PKB, Jakarta, Jumat (12/9/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang gini, mereka disuruh bertani. Lalu setelah bertani mereka panen, tapi nggak punya jalanan. Bagaimana mereka mau menjual produk pertanian mereka. Jadi perencanaannya memang harus holistik (menyeluruh), tidak bisa separuh-separuh," katanya.
Selain itu, peran pemerintah juga penting bila ingin program ketahanan pangan nasional ini berhasil terealisasi dan berhasil memberi manfaat bagi masyarakat.
"Diberi insentif berupa kemudahan memperoleh lahan. Jangan sampai dapat lahan saja susah, ditambah infrastruktur tidak ada. Ya siapa yang mau disuruh mengembangkan. Jadi program ini bukan sekedar gunting pita saja, tapi bagaimana keseriusan melaksanakannya," tegasnya.
Sebelumnya pemerintah sempat mengalihkan rencana food estate di Merauke Papua, ke Kalimantan. Namun lagi-lagi, rencana hanya tinggal rencana program di Kalimantan pun tak jalan.
(hen/hen)











































