Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyatakan sistem transaksi non tunai di jalan tol dengan menggunakan e-pass bisa dikatakan gagal. Pasalnya, antrean masih sering terjadi di gerbang tol.
Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) David Wijayatno mengatakan, sistem transaksi e-Toll Pass dengan On Board Unit (OBU) yang dipakai sekarang memang masih belum efektif.
Menurut David, masyarakat yang menggunakan teknologi ini di kendaraannya masih minim. Pasalnya, harga untuk satuan unitnya cukup mahal, yaitu sekitar Rp 300.000/unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjut David, teknologi OBU yang sekarang digunakan juga belum optimal dari segi efsiensi waktu. "OBU yang sekarang itu kendaraan harus melambat 10 km/jam," ujarnya.
Oleh karena itu, David mengakui bahwa penggunaan e-Toll Card belum menyeluruh. Di beberapa titik jalan tol di Jakarta, penggunaan e-Toll Card baru mencapai 20%.
"Kalau Cililitan itu cukup banyak. Penetrasinya untuk tertentu sudah di atas 20%, seperti di Bintaro atau Pondok Aren. Kemudian Senayan, Kamal, Pantai Indah Kapuk itu di atas 20%," katanya.
Apakah Anda punya pengalaman bertansaksi non tunai di jalan tol? Apakah memilikinya membuat transaksi di tol menjadi lebih mudah dan nyaman? Ceritakan pengalaman Anda melalui e-mail ke alamat redaksi@detikfinance.com.
(zul/hds)










































