Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak mengatakan, pembangunan rel kereta api yang diperkirakan memiliki panjang panjang 203 km itu akan menghubungkan tiga daerah yakni Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kota Balikpapan.
"Daerah ini (Balikpapan) akan tergabung dengan jalur kereta api ke Kutai Barat," kata Awang usai menghadiri peresmian Pencanangan Pembangunan Lanjutan Tol Balikpapan-Samarinda di KM 13 Balikpapan, Selasa (16/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan bekerja sama dengan Russian Railways, sekarang sedang tahap pembebasan lahan. Diharapakan dapat selesai akhir tahun ini pembebasan lahannya," tutur Awang.
Jalur kereta api ini nantinya akan digunakan untuk mengangkut barang-barang hasil hutan dan tambang. Di antaranya adalah kayu, minyak sawit mentah (CPO), karet, batu bara, dan sebagainya.
"Ini jalur kereta khusus, artinya akan mengangkut hasil pertanian, perkebunan, dan tambang. Intinya biar lebih efisien lebih cepat," kata Awang.
Kebutuhan investasi untuk jalur kereta ini diperkirakan mencapai Rp 20 triliun. Dana ini berasal dari APBD dan swasta. "Jadwal pembangunannya diharapkan bisa mulai 2016 nanti dan beroperasi pada 2019," tandasnya.
Awang menuturkan, selain dapat meningkatkan konektivitas antar wilayah, infrastruktur ini juga akan membuka lapangan kerja baru. "Tenaga kerja dalam pembangunan fisik akan mengutamakan tenaga kerja lokal, termasuk untuk posisi strategis," pungkasnya.
(hds/hds)











































