Pemerintah Akan Dirikan Pasar Tenda di Aceh

Pemerintah Akan Dirikan Pasar Tenda di Aceh

- detikFinance
Jumat, 07 Jan 2005 16:47 WIB
Jakarta - Menteri Perdagangan Mari Pangestu mengungkapkan, pemerintah dalam waktu dekat akan mendirikan pasar tenda untuk menampung para pedagang yang melimpah di dua pasar yang sudah mulai beroperasi di Banda Aceh.Pemerintah juga akan memperioritaskan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga. "Orang-orang sudah mulai berdagang di jalanan karena dari empat pasar hanya dua pasar yang sudah bisa memulai kegiatan. Jadi, kita sudah bisa mulai dirikan tenda sementara untuk menampung pedagang yang melimpah itu," ungkap Mari di Gedung Depkeu, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat, (7/1/2005).Ditambahkan Mari, setelah dilakukan pendirian pasar tenda dan upaya-upaya mendukung prasarana atas dua pasar yang masih bisa beroperasi itu, pemerintah selanjutnya akan meninjau lokasi agar bisa menentukan di lokasi mana pasar-pasar baru yang lebih permanen dapat diberikan.Untuk tahap awal, lanjut dia, pemerintah akan mengidentifikasi daerah-daerah yang sudah ada pemukiman, baik sementara maupun semi permanen. Diakui Mari, Departemen Perdagangan sejauh ini juga belum bisa bergerak leluasa karena tiga kantor dinasnya hancur, disamping itu dari 200 pegawainya ternyata baru 15 orang yang bisa aktif bekerja. Disitulah, kata dia, perlu adanya kerjasama dengan instansi lain di tingkat pusat termasuk dengan Bappenas yang akan melakukan evaluasi titik-titik penting.Saat ditanya, mengenai kemungkinan adanya bantuan modal kepada para pedagang, Mari mengatakan, saat ini pihaknya akan memulai dari titik yang paling mikro yakni, mengidentifikasi siapa saja yang perlu dibantu karena berdasarkan data Bappenas terdapat sekitar satu juta rakyat Aceh yang mengalami dislokasi, dan orang-orang itu kini tersebar di berbagai daerah.Meski demikian, lanjut dia, saat ini kalangan perbankan cukup antusias dalam memberikan bantuan modal, seperti BRI yang akan memberikan bantuan Rp 5 juta/KK.Dia juga mengatakan, pengaruh bencana gempa dan tsunami di Aceh dan Sumut diperkirakan tidak akan mengganggu keseluruhan ekspor RI mengingat kontribusi ekspor di Aceh tidak terlalu besar."Memang ada importir AS yang menanyakan nasib kopi asal Aceh, tapi kalau kopinya ada di pegunungan tentu tidak terpengaruh. Kemungkinan yang terpengaruh adalah transportasinya akibat tidak adanya pelabuhan. Jadi, kita akan fasilitasi soal transportasi itu," kata dia. (umi/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads