Sehingga dari 23 ruas tol yang harus dibangun, untuk tahap awal hanya akan digarap 1 ruas tol oleh Hutama Karya. Ruas tol yang akan segera dibangun dalam waktu dekat adalah ruas Tol Palembang-Indralaya sepanjang 22 Km.
Direktur Utama PT Hutama Karya I Gusti Ngurah Putra mengatakan berdasarkan draft Peraturan Presiden (Perpres) soal penugasan HK untuk Trans Sumatera, pihaknya mendapat penugasan 4 ruas tol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keputusannya adalah yang fokus hanya 1 satu dulu. Palembang-Indralaya karena tanahnya sudah bebas 7 km dari 22 km. Yang Palembang itu murni tanah masyarakat, kalau yang di Medan 70% tanah PTPN (BUMN Perkebunan)," katanya kepada detikFinance ditemui di kantornya, Senin (15/9/2014).
Keempat ruas tersebut bakal menelan biaya investasi Rp 31,5 triliun. Khusus untuk ruas Pelambang-Indralaya untuk kebutuhan lahan dan konstruksi totalnya mencapai Rp 3,6 triliun dan untuk Medan-Binjai Rp 1,6 triliun.
"Total 4 sampai Rp 31 triliun. Kalau tolnya sangat variatif pembiayaannya," kata Putra.
Ia menambahkan untuk bisa terus membangun tol berikutnya, HK bakal diberikan kebebasan untuk melepas atau menjual kepada pihak lain setelah tol dibangun. Hal ini dilakukan agar dana hasil penjualan bisa dipakai untuk membangun ruas tol lainnya. Strategi ini sebagai pancingan atau rangsangan agar proyek Trans Sumatera layak secara finansial sehingga diminati swasta.
"Salah satu bunyi Perpres. Ini bunyi perpres-nya ini dibangun jadi boleh dijual untuk membangun berikutnya. Ternyata kalau tol ini dibangun terus jadi layak, terus swasta ramai-ramai bangun cepat selesai. Ini (Hutama Karya) sebagai martir," ujarnya.
Putra berharap seluruh pembebasan lahan ruas tol Palembang-Indralaya dilakukan oleh Kementerian PU. Saat ini 7 Km dari 22 km sudah dibebaskan oleh Kementerian PU.
"Saya mohon dibabaskan sama PU biar HK selesaikan konstruksi atasnya dan pengelolaan. Kelihatannya PU sepakat. Dala UU pembebasan lahan, pembebasan boleh oleh pemerintah atau BUMN yang ditugaskan," katanya.
Tol Trans Sumatera menghubungkan 11 kota pusat pertumbuhan ekonomi, yaitu dari Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, Palembang, Padang, Tanjung Pinang, Lampung, Bengkulu, dan Serang (Banten).
Berikut rinciannya:
Ruas Utama:
- Bakaheuni-Terbanggi Besar (150 km)
- Terbanggi Besar-Pematang Panggang (100 km).
- Pematang-Indralaya (108 km)
- Indralaya-Palembang (22 km)
- Indralaya-Jambi (242 km)
- Jambi-Rengat (190 km)
- Rengat-Pekanbaru (178 km)
- Pekanbaru-Dumai (135 km)
- Dumai-Rantau Rapat (175 km)
- Rantau Rapat-Kisaran (118 km)
- Kisaran-Tebing Tinggi (60 km)
- Tebing tinggi-Medan (62,4 km)
- Medan-Binjai (16,8 km)
- Binjai-Langsa (110 km)
- Langsa-Lhoksumawe (135 km)
- Lhoksumawe-Sigli (135 km)
- Sigli-Banda Aceh (80 km)
Ruas Penghubung:
- Palembang-Muara Enim (110 km)
- Muara Enim-Lahat-Lubuk Linggau (100 km)
- Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu (93 km)
- Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh-Bukit Tinggi (187 km)
- Bukit Tinggi-Padang Panjang-Lubuk Alung-Padang (55 km)
- Tebing Tinggi-P.Siantar-Prapat-Tarutung-Sibolga (175 km)











































