"Jadi filosofi saya begini. Tol itu bukan hanya milik Jawa, tol itu harus ada di Sumatera, ada di Kalimantan, dan Sulawesi," tegas CT, sapaan Chairul Tanjung, kala ditemui di Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, Rabu (17/9/2014).
Dalam waktu dekat, lanjut CT, pemerintah akan meresmikan pembangunan sejumlah jalan tol di berbagai daerah. "Di Sumatera ada Tol Trans Sumatera, di Kalimantan itu Balikpapan-Samarinda, di Sulawesi ada Manado Bitung," sebutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Tol Indonesia Fatchur Rochman mengatakan, pembangunan jalan tol di Indonesia masih didominasi di Pulau Jawa-Bali. Hanya beberapa pulau di luar Jawa-Bali yang beruntung sudah memiliki jaringan tol yaitu Sumatera (Medan) dan Sulawesi (Makassar).
Bali termasuk yang terakhir bisa menikmati infrastruktur jalan bebas hambatan yaitu Tol Bali Mandara. Tepatnya pada 23 September 2014, tol atas laut sepanjang 12,7 km ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Yang di luar Jawa yaitu Sulawesi, Bali, Sumatera," kata Fatchur.
Fatchur mengatakan, pembangunan tol selama ini mayoritas ada di Jawa karena pulau ini paling layak untuk investasi tol. Meskipun ada beberapa ruas tol di Jawa yang tak layak secara finansial.
Menurutnya, sudah seharusnya pemerintah mengubah pola kebijakan dalam pembangunan tol, agar infrastruktur ini tak hanya dinikmati di Pulau Jawa, namun bisa seluruh wilayah Indonesia. Bila ada pulau-pulau atau daerah yang belum layak dari sisi pembiayaan pembangunan tol, maka pemerintah harus membangun sendiri.
"Di negara kita yang berbentuk kepulauan, ada pulau yang tumbuh bagus dan ada yang tumbuh kurang bagus tapi potensinya bagus seperti Sumatera," katanya.
(hds/dnl)











































