CT: Jalan Tol Bukan Hanya Milik Jawa

CT: Jalan Tol Bukan Hanya Milik Jawa

- detikFinance
Rabu, 17 Sep 2014 18:10 WIB
CT: Jalan Tol Bukan Hanya Milik Jawa
Chairul Tanjung, Menko Perekonomian
Jakarta - Chairul Tanjung, Menko Perekonomian, berjanji sebelum masa jabatannya berakhir 20 Oktober mendatang, pemerintah akan meresmikan sejumlah jalan tol. Dia menegaskan jalan tol bukan hanya milik masyarakat di pulau Jawa, tetapi di seluruh Indonesia.

"Jadi filosofi saya begini. Tol itu bukan hanya milik Jawa, tol itu harus ada di Sumatera, ada di Kalimantan, dan Sulawesi," tegas CT, sapaan Chairul Tanjung, kala ditemui di Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, Rabu (17/9/2014).

Dalam waktu dekat, lanjut CT, pemerintah akan meresmikan pembangunan sejumlah jalan tol di berbagai daerah. "Di Sumatera ada Tol Trans Sumatera, di Kalimantan itu Balikpapan-Samarinda, di Sulawesi ada Manado Bitung," sebutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

CT berjanji target tersebut akan tercapai sebelum masa jabatannya berakhir. "Janji saya pada saya sendiri bahwa pembangunan dan jalan tol tidak hanya milik Jawa insya Allah sebelum masa jabatan saya berakhir saya delivered," tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Tol Indonesia Fatchur Rochman mengatakan, pembangunan jalan tol di Indonesia masih didominasi di Pulau Jawa-Bali. Hanya beberapa pulau di luar Jawa-Bali yang beruntung sudah memiliki jaringan tol yaitu Sumatera (Medan) dan Sulawesi (Makassar).

Bali termasuk yang terakhir bisa menikmati infrastruktur jalan bebas hambatan yaitu Tol Bali Mandara. Tepatnya pada 23 September 2014, tol atas laut sepanjang 12,7 km ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Yang di luar Jawa yaitu Sulawesi, Bali, Sumatera," kata Fatchur.

Fatchur mengatakan, pembangunan tol selama ini mayoritas ada di Jawa karena pulau ini paling layak untuk investasi tol. Meskipun ada beberapa ruas tol di Jawa yang tak layak secara finansial.

Menurutnya, sudah seharusnya pemerintah mengubah pola kebijakan dalam pembangunan tol, agar infrastruktur ini tak hanya dinikmati di Pulau Jawa, namun bisa seluruh wilayah Indonesia. Bila ada pulau-pulau atau daerah yang belum layak dari sisi pembiayaan pembangunan tol, maka pemerintah harus membangun sendiri.

"Di negara kita yang berbentuk kepulauan, ada pulau yang tumbuh bagus dan ada yang tumbuh kurang bagus tapi potensinya bagus seperti Sumatera," katanya.

(hds/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads