Ical: RI Hanya Inginkan Pinjaman Lunak dan Jangka Panjang
Senin, 10 Jan 2005 15:55 WIB
Jakarta -
Menko Perekonomian Aburizal Bakrie menegaskan, pemerintah hanya akan menerima pinjaman yang terkategori lunak dan berjangka waktu panjang untuk merehabilitasi dan merekonstruksi Aceh. "Kita inginnya yang sangat lunak. Kalau jangka pendek akan ditolak," tegas Aburizal di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (10/1/2005)Senada dengan Menko Perekonomian, pjs Kepala Bapeki Depkeu Anggito Abimanyu menyatakan, ada 3 kebijakan yang digariskan untuk memenuhi pembiayaan Aceh. "Pertama, kalau berupa hibah akan kita terima. Kedua, kita hampir pasti menolak pinjaman yang komersial dan ketiga, kalau sifatnya murah, kita akan perlakukan secara selektif," papar Anggito.Pemerintah, lanjut ia, akan selektif terhadap pinjaman-pinjaman murah seperti yang ditawarkan ADB melalui program pinjaman ADF (Asia Development Fund). Pinjaman lunak yang akan diterima menurut Anggito adalah pinjaman yang bersifat murah, jangka panjang, untuk memenuhi kebutuhan mendesak terutama untuk kebutuhan warga Aceh.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































