"Atas nama pemerintah kami menyampaikan terima kasih agar dapat disepakti tingkat I dilanjutkan tingkat II RUU APBN 2015. Mengingat rapat terakhir pemerintah periode 2009-2014 kami sampaikan terima kasih kepada bapak-ibu atas kerjasama selama ini," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR, Minggu (28/9/2014).
Dalam Draf APBN 2015 Disepakati beberapa hal, antara lain:
- Pertumbuhan Ekonomi 5,8%
- Inflasi 4,4%
- Nilai Tukar Rupiah Rp 11.900/US$ 1
- Tingkat Suku Bunga SPN 3 bulan 6%
- ICP US$ 105/barel
- Lifting Minyak Bumi 900.000 barel/hari
- Lifting Gas Bumi 1.248.000 setara barel minyak/hari.
- Penerimaan Migas Rp 312,97 triliun, PNBP Migas Rp 13,99 triliun dan cost recovery US$ 16 miliar.
- Pendapatan Mineral dan Batu Bara Rp 24,599 triliun dan PNBP mineral dan batu bara Rp 16,06 triliun.
Target Dividen BUMN total Rp 44 triliun dengan rincian:
- Pertamina Rp 10,24 triliun
- PLN Rp 2,813 triliun
- Non Pertamina dan PLN Rp 30,9 triliun
Subsidi energi Rp 344,7 triliun yang terdiri dari subsidi BBM, BBN, LPG, dan LGV ditetapkan Rp 276,01 triliun dan subsidi listrik Rp 68,68 triliun.
Defisit anggaran 2,21% terhadap PDB atau sebesar Rp 245,8 triliun
Pembiayaan anggaran untuk menutup defisit 2015 disepakati Rp 245,89 triliun yang terdiri dari pembiayaan utang Rp 254,8 triliun dan pembiayaan non utang sebesar Rp 8,961 triliun
Rapat hari ini membahas pengesahan atau keputusan tingkat I RUU APBN 2015, di antaranya mendengarkan laporan dan pengesahan hasil panja-panja, pembacaan naskah RUU APBN 2014, pendapat akhir mini fraksi, pendapat pemerintah, dan penandatanganan naskah draf RUU APBN 2015.
Rapat berlangsung sejak pukul 17.00 WIB berakhir 22.30. Pemerintah diwakili oleh Menkeu Chatib Basri, dan Gubernur BI Agus Martowardojo.
(rrd/hen)











































