Ini Saran untuk Jokowi-JK Agar RI Swasembada Pangan

Ini Saran untuk Jokowi-JK Agar RI Swasembada Pangan

- detikFinance
Kamis, 02 Okt 2014 15:50 WIB
Ini Saran untuk Jokowi-JK Agar RI Swasembada Pangan
Jakarta - Diskusi para pakar ekonomi pertanian soal ketahanan pangan di Gedung Bulog, Jakarta menghasilkan beberapa rekomendasi. Harapannya rekomendasi mereka bisa dipakai oleh pemerintahan Presiden Jokowi-JK 2014-2019.

Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhapi) Bayu Krisnamurthi menuturkan kesimpulan pertama adalah pemahaman definisi pangan. Pangan bukanlah padi, tapi pangan adalah produk hasil pertanian yang sudah barang jadi.

Sehingga penyusunan rencana ketahanan pangan berdasarkan permintaan masyarakat. Kemudian baru dihitung produksi dan upaya pemenuhan kebutuhannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi disebut pangan itu ketika dimakan manusia. Makanya ada sisi permintaan. Ini yang jauh lebih menentukan apa yang dimaksud soal ketahanan pangan itu sendiri," ujarnya pada diskusi ketahanan pangan di Gedung Bulog, Jakarta, Kamis (2/10/2014)

Kedua, adalah pendekatan produksi melalui kuantitas dan kualitas. Karena untuk kalangan kelas menengah, persoalan pangan tidak lagi masalah kecukupan. Melainkan adalah gaya hidup, sehingga sangat peduli akan kualitas pangan.

"Pendekatan itu tidak hanya soal produksi, tapi juga harus sekaligus variabel kualitas," sebutnya.

Peningkatan kualitas, menurut Bayu harus didorong dari petani. Pemerintah memiliki tugas untuk membina para petani untuk menghasilkan produk pertanian yang berkualitas.

"Yang harus melakukan itu petani," tegas Bayu.

Ketiga, kata Bayu adalah ekspansi dan perluasan lahan pertanian. Secara berkelanjutan diiringi dengan peningkatan teknologi dan inovasi serta perubahan rantai pasokan atau supply chain.

"Kita butuh lahan, karena tak bisa ditanam di beton. Kemudian tingkatkan teknologi seperti resi gudang. Ciptakan inovasi sampai ke produk jadi makanan dan perbaiki supply chain," terangnya.

Menurut Bayu, kesimpulan dari diskusi ini bisa dipergunakan nantinya oleh pemerintahan baru. Bayu akan merilis buku dalam waktu dekat yang berisikan bunga rampai refleksi ketahanan pangan Indonesia.

"Pemerintahan baru bisa memakainya nanti," ungkap Bayu.

(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads