CT: Giant Sea Wall Jakarta Dirancang Sejak Zaman Pak Harto

CT: Giant Sea Wall Jakarta Dirancang Sejak Zaman Pak Harto

- detikFinance
Kamis, 09 Okt 2014 13:23 WIB
Jakarta -

Sore ini, Menko Perekonomian Chairul Tanjung akan memulai peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek tanggul raksasa atau giant sea wall di Pluit, Jakarta Utara. Proyek ini sudah dirancang sejak 1994.

Pria yang akrab disapa CT ini mengatakan, rencana proyek ini sudah ada sejak DKI Jakarta dipimpin oleh Gubernur Soerjadi Soedirdja.

"Proyek itu ternyata sudah dari zaman Pak Soeharto tahun 1994. Saat itu Gubernurnya adalah Soerjadi Soedirdja. Saya masih ingat itu," jelas CT saat ditemui di Hotel Four Seasons, Jakarta, Kamis (9/10/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejarah rancangan proyek ini terungkap saat dirinya melakukan rapat koordinasi terkait tanggul raksasa, yang rencananya bakal berbentuk burung garuda.

"Sekarang tanggul di Teluk Jakarta atau Giant Sea Wall itu disebut NCICD (National Capital Integrated Coastal Development/Pengembangan Terpadu Pesisir Ibukota Negara)," jelas CT.

Jadi, ujar CT, proyek ini sudah direncanakan sejak 20 tahun lalu. Tidak terasa 20 tahun sudah berlalu dan baru sore ini proyek tersebut dicanangkan.

"Dua puluh tahun, it's not a long time. Saya merasa 20 tahun itu seperti kemarin," jelas CT.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok mengatakan, proyek tanggul laut “garuda raksasa” bertujuan untuk mencegah Jakarta tenggelam. Karena itu, dia merestui tahap A dari proyek tersebut yang akan dilakukan hari ini.

Ahok berujar, peletakan batu pertama yang akan dilakukan pada hari ini masih hanya untuk tahap A dari tiga tahapan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD)/Pengembangan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (PTPIN).

Tahap pertama ini yakni penguatan tanggul di garis pantai Jakarta sepanjang 32 kilometer.

Tahap A untuk NCICD itu tidak termasuk dalam reklamasi yang untuk tanggulnya. “Jadi sama seperti Pantai Indah Kapuk itu, seperti model perumahan, kita tahan dulu yang di depan pantainya. Jadi masih yang tipe A, masih bagian darat yang sudah ada sekarang. (groundbreaking besok) belum yang B,” pungkasnya.

Pembangunan tanggul laut 'Garuda Raksasa' di perairan Teluk Jakarta dibagi dalam tiga tahap. Pertama, yaitu penguatan garis pantai Jakarta. Fase ini mencakup penguatan tanggul dan pemasangan stasiun pompa. Total investasinya mencapai US$ 1,9 miliar.

Kedua, pembangunan tanggul laut luar dan reklamasi laut (pulau buatan) seluas 1.250 hektar hingga 4.000 hektar pada periode 2018-2022. Pada fase ini juga akan dikembangkan jalan tol dari Tangerang dan Bekasi. Selain itu, ada juga pembangunan stasiun pompa, pintu air, pemindahan jaringan pipa, serta restorasi hutan bakau dengan perkiraan biaya US$ 4,8 miliar.

Ketiga, fase pembangunan tanggul luar di sisi timur Jakarta, namun sampai saat ini belum bisa ditentukan apakah tanggul laut di sisi luar bagian timur diperlukan. Alasannya penurunan muka tanah di kawasan timur masih relatif lambat dan sungai-sungai utama masih mengalir bebas.

Mau tahu serba-serbi soal proyek ini? Klik di sini.

(dnl/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads