Defisit Perdagangan AS Capai Level Tertinggi US$ 60,3 M
Kamis, 13 Jan 2005 10:28 WIB
Jakarta - Defisit neraca perdagangan AS mencapai level tertingginya sepanjang masa yakni pada angka US$ 60,3 miliar pada bulan Nopember. Departemen Perdagangan AS pada Rabu (12/1/2005) seperti diberitakan AP waktu setempat melaporkan, angka defisit Nopember ini naik 7,7 persen dibandingkan dengan angka pada bulan Oktober yakni US$ 56 miliar. Total defisit AS hingga Nopember mencapai US$ 561,3 miliar dan diyakini bisa mencapai US$ 600 miliar hingga Desemver. Padahal pada tahun 2003 lalu angka defisit hanya tercatat US$ 496,5 miliar. Kenaikan angka defisit ini dipicu oleh meningkatnya kebutuhan impor minyak AS dan juga impor makanan yang menyetuh rekor tertinggi. Angka ini mencengangkan sejumlah kalangan karena harga minyak sudah mulai surut pada bulan tersebut. "Kami sekarang memiliki angka defisit perdagangan setinggi Grand Canyon," tukas head of a Holland, Pa., forecasting firm,Joel Naroff. "Angka defisit perdagangan hingga US$ 60 miliar sebulan adalah sebuah krisis dan ini sangat perlu diperhatikan dan tidak bileh dibiarkan," ujar Senator Byron Dorgan. Ia mendesak Presiden George Bush untuk segera menggelar pertemuan dengan sejumlah pejabat kunci pembuat kebijakan. Namun pemerintah Bush sepertinya tidak terlalu serius menanggapi dan hanya menyatakan bahwa negara-negara lainnya tidak cukup cepat pertumbuhannya untuk dapat menstimulasi kebutuhan domestik yang selanjutnya dapat membantu tumbuhnya ekspor AS. Menteri Keuangan AS John Snow kepada wartawan di New York menyatakan, negaranya tidak akan megubah kebijakannya untuk tetap memperkuat dolar. Namun para pialang valas tidak meyakini pernyataan Snow ini. Mereka umumnya percaya bahwa pemerintahan Bush memang menginginkan pelemahan dolar AS untuk menurunkan defisit perdagangan AS. Dengan dolar AS yang melemah maka akan membuat ekspor AS lebih murah di pasar luar negeri dan membuat impor makin mahal untuk AS.
(qom/)











































