Meski pada pemerintahan sebelumnya kajian studi kelayakan atau pra feasibility study telah berjalan, namun proyek ini tak akan diteruskan.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera) Basuki Hadimuljono mengatakan, dia baru tahu informasi penundaan proyek jembatan ini dari pemberitaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya baru baca di berita yang menyebutkan Pak Jokowi nggak meneruskan pembangunan JSS," kata Basuki usai sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Senin (3/11/2014).
Secara visi, Basuki menafsirkan, pembangunan JSS memang kurang sejalan dengan program prioritas Presiden Jokowi di bidang maritim.
Basuki juga menilai, pembangunan jembatan bisa menghambat laju pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia, karena ekonomi akan terpusat di Jawa dan Sumatera saja.
"Pembangunan kita hanya dinikmati oleh Jawa dan Sumatera, sehingga yang timur agak tertinggal. Kalau ada JSS, maka akan dikhawatirkan Jawa dan Sumatera kembali akan lebih maju daripada Indonesia Timur," jelasnya.
Jadi atau tidaknya rencana pembangunan JSS sangat tergantung arahan atau keputusan resmi Presiden Jokowi. Selain membutuhkan dana Rp 100 triliun lebih, proyek JSS memerlukan dukungan politis tingkat tinggi.
"PU melakukan perencanaan teknisnya, masterplan, hingga kawasannya. Itu sudah kita siapkan tapi untuk putusan politis tunggu Pak Presiden," ujarnya.
(feb/dnl)











































