Pasca Blusukan ke Pasar, Ini Hasil yang Didapat Mendag Rachmat Gobel

Pasca Blusukan ke Pasar, Ini Hasil yang Didapat Mendag Rachmat Gobel

- detikFinance
Senin, 03 Nov 2014 13:40 WIB
Pasca Blusukan ke Pasar, Ini Hasil yang Didapat Mendag Rachmat Gobel
Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel akhir pekan lalu melakukan inspeksi mendadak (sidak) atau blusukan ke 2 pasar tradisional di Jakarta.

Pertama, Gobel, yang didampingi Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Sabtu lalu (dini hari) menyampangi Pasar Kramat Jati di Jakarta Timur. Selanjutnya pada malamnya atau malam minggu keduanya blusukan ke Pasar 'Gaul' Santa di Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Gobel mengaku memperoleh beberapa catatan dari hasil blusukannya di dua pasar tersebut. Hasil pertama, ia bisa mengetahui bagaimana peran pemerintah menaikkan produktivitas pedagang di pasar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagaimana meningkatkan produktivitas dari hasil yang didagangkan," kata Gobel usai sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Senin (3/11/2014).

Hasil kedua yang diperoleh ialah kondisi angkutan logistik untuk lalu lintas barang yang masih kurang tertata. Sistem logistik kerap terganggu oleh lama perjalanan hingga cuaca. Akibatnya pengiriman barang sering terganggu sehingga memicu gejolak harga di pasar.

"Hasil yang mau didagangkan itu ada yang busuk di tengah jalan dan sebagainya. Ini harus diperbaiki. Jadi yang mesti dijual 100 karena diperjalnanan rusak sehingga tinggal 70-80. Kemudian logistik yang didapatkan mereka ketika misalnya pelabuhan tidak baik, ada air pasang, mereka harus nunggu 3 hari," paparnya.

Tantangan lain yang diperoleh adalah kondisi barang yang dijual. Produk-produk lokal Indonesia kurang bersaing daripada produk impor karena masalah kemasan (packaging).

"Kedua adalah packaging-nya yang harus diatur. Diajarkan kepada para pedagang. Sekarang masih tradisional. Kenapa barang impor itu nggak pernah rusak? ya karena packaging-nya lagi," jelasnya.

Beberapa pedagang sempat membisiki Gobel selama blusukan. Pedagang mengaku lebih bahagia berjualan daripada harus menjadi buruh di pabrik. Ia mengaku senang mendengar dan melihat semangat para pedagang yang berjualan tidak kenal lelah.

"Saya heran, ada pedagang yag bilang ke saya. Lebih baik jualan ini daripada jadi buruh pabrik. Karena merasa lebih untung di sana, meski malam-malam. Saya juga kaget, ini orang punya semangat," ujarnya.

Ia memandang kondisi pasar tradisional harus direnovasi agar bisa menarik pengunjung lebih banyak. "Pasar memang mesti diperbaiki, kita mau jalan saja susah karena penuhnya sehingga suasana dagangnya nggak bagus," katanya.

(feb/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads