Kinerja ekspor Indonesia saat ini masih lemah. Terakhir, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor selama Januari-September 2014 sebesar US$ 132,71 miliar atau menurun 0,93% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
"Kami melihat agak sulit (mencapai target ekspor). Ada 8 komoditas yang mengalami penurunan harga seperti CPO (minyak sawit mentah) kemudian rubber (karet). Bahkan rubber ini kita mengalami penurunan cukup tinggi," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia kala ditemui di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (4/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada beberapa komoditas yang cukup bagus. Sebagai contoh adalah CPO, kemudian chemical (kimia), food (makanan), dan perhiasan. Maksud saya supaya defisit kita tidak jelek, lebih melandai lagi hingga akhir tahun," jelasnya.
Selain itu, tambah Nus, udang juga merupakan komoditas ekspor yang cukup prospektif. Saat ini ekspor udang sudah mencapai US$ 1 miliar.
"Ekspor udang kita September sekitar US$ 1 miliar. Sampai akhir tahun bisa bagus," katanya.
(hds/ang)











































