Antar Kementerian Sering 'Ribut', Pengusaha Ngeluh ke Sofyan Djalil

Antar Kementerian Sering 'Ribut', Pengusaha Ngeluh ke Sofyan Djalil

- detikFinance
Rabu, 05 Nov 2014 16:05 WIB
Antar Kementerian Sering Ribut, Pengusaha Ngeluh ke Sofyan Djalil
Jakarta - Kalangan pengusaha mengeluhkan mengenai kepastian hukum di Indonesia, juga persoalan ego sektoral antar kementerian-kementerian teknis. Namun pemerintah memastikan, kini tak akan ada lagi ego sektoral antar kementerian.

Wakil Ketua Umum Kadin bidang Bulog dan Pemberdayaan Daerah Natsir Mansyur mengeluhkan hal itu pada Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofjan Djalil. Di bidang ekonomi, masih banyak kementerian yang saling bergesekan seperti perdagangan dan industri, perdagangan dan pertanian, perindustrian dan keuangan dan lainnya.

Menurut Natsir, persoalan kebijakan atau keluhan pengusaha akan selesai di tangan menko, namun begitu‎ dilimpahkan ke kementerian teknis, program atau kebijakan tersebut kembali mandek.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

‎"Permintaan saya cuma satu. Jangan lagi ada hal-hal kaya gitu. Putus di Menko sudah (selesai), lalu ke kementerian teknis itu nggak jalan. Sering begitu pak," keluh Natsir saat acara diskusi pengusaha Kadin bersama Menko Perekonomian Sofyan Djalil di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Rabu (5/11/2014).

Menanggapi hal itu, Sofyan mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat memperhatikan masalah ini. Dia juga mengaku, dalam kabinet kali ini, tak akan lagi terjadi konflik kepentingan atau ego sektoral antar kementerian.

"Pak Jokowi ini mengatakan, saya nggak ada egois. Kementerian ini ego, nggak ada lagi. Kita akan bikin cair semua‎," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Sofyan mengatakan, ‎kepastian hukum sangat penting untuk menumbuhkan investasi di Indonesia. Terutama bagi kalangan pengusaha dan investor yang terus mempertanyakan hal ini. Sofyan mengatakan, persoalan mengenai birokrasi dan kepastian hukum akan terus diperbaiki.

"Nggak ada ekonomi akan berkembang tanpa kepastian hukum. Itu prioritas pertama," tutupnya.
 

(zul/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads