Setidaknya dalam sepekan ini sudah ada dua kasus penggagalan upaya penyelundupan daging celeng, antara lain di Bekasi Jawa Barat sebanyak 1 ton oleh Polsek Tambun, dan di Pelabunan Merak, Banten sebanyak 2 ton.
Kepala Sub Humas Badan Karantina Pertanian Arief Cahyono mengatakan saat ini Balai Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian kembali 'siaga satu' untuk memperketat pengawasan pemasukan barang di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, maupun di Merak, Cilegon Banten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arief menegaskan memang tak ada pola tertentu terkait tren penyelundupan daging celeng di Jabodetabek. Namun secara umum pemicu tren peningkatan penyelundupan daging celeng mengikuti kenaikan kebutuhan dan kenaikan harga daging sapi.
"Kemarin analisa itu masa Idul Adha stok daging (sapi) banyak, tapi menjelang Natal atau ada permintaan mulai naik, kebutuhan ada menjelang Desember," katanya.
Ia menambahkan saat ini belum diselidiki penyebab tren penyelundupan dari sisi suplai. Beberapa analisa menyebutkan maraknya perburuan babi hutan di Sumatera untuk periode tertentu menjadi salah satu pemicu maraknya penyelundupan daging celeng ke Jabodetabek.
"Berdasarkan data tahun lalu, polanya memang tak ada yang konsisten, kalau dari sisi suplai pemicunya saya tak tahu," katanya.
Balai Karantina Pertanian (Barantan) Cilegon, Banten Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Merak hari ini (9/11/2014) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan daging celeng ilegal. Penangkapan terjadi di wilayah Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, diperkirakan 13 karung berisi daging celeng tersebut seberat 2 ton lebih daging celeng.
(hen/rrd)











































