Stasiun yang rencananya akan direnovasi untuk mendukung layanan KRL Commuter Jabodetabek. Pengembang BSD akan membiayai pengembangan Stasiun Cisauk di Serpong.
"Ada rencana di Stasiun Cisauk, Serpong. Itu sama BSD. Itu masih distudi," kata Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Tri Handoyo di Stasiun Gambir Jakarta Pusat, Senin (10/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain untuk membantu meningkatkan jumlah penumpang, kerjasama ini bisa memanjakan dan mempermudah mobilisasi penghuni di kawasan properti yang bekerjasama dengan KAI.
"Harusnya ke depan pengembang properti kembangin stasiun di tempat-tempat kita," jelasnya.
Tri menyebutkan kebutuhan dana untuk merombak atau membangun sebuah stasiun KRL tidak terlalu besar. Untuk ukuran stasiun 1.000 m2, dana yang dibutuhkan sekitar Rp 3 miliar.
"Ukuran stasiun 1.000 m2. Biaya setiap 1 m2 Rp 3 juta. Paling kebutuhan Rp 3 miliar. Itu nggak besar," ujarnya.
Selain menggandeng perusahaan properti, KAI juga sedang dan akan bekerjasama dengan operator transportasi lain seperti Bus TransJakarta. Stasiun KRL akan disinergikan dengan halte TransJakarta, dan kini kondisinya jauh lebih modern.
"Sudah terjadi di Stasiun Juanda, Jakarta Kota. Ke depan mau di Sudirman dan Cawang," jelasnya.
(feb/hen)











































