Blusukan ke Pasar Klender, Dua Menteri Ini Dicurhati Pedagang

Blusukan ke Pasar Klender, Dua Menteri Ini Dicurhati Pedagang

- detikFinance
Jumat, 21 Nov 2014 10:18 WIB
Blusukan ke Pasar Klender, Dua Menteri Ini Dicurhati Pedagang
Jakarta -

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel bersama Menteri Koperasi dan UMKM AAGN Puspayoga pagi ini blusukan ke Pasar Klender, Jakarta Timur. Dua menteri tersebut menerima keluhan dari para pedagang.

Salah satu keluhan pedagangn adalah mahalnya harga cabai, baik sebelum maupun sesudah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Akibat tingginya harga cabai ini, penjualan menurun dan pedagang susah mengambil untung.

"Saya dapat cabai hijau dan merah dari pasar induk. Sekarang nggak ada untungnya. Musim hujan susah barangnya kalau kemarau agak gampang," kata Hartiwi, salah seorang pedagang, kepada Rachmat Gobel di Pasar Klender, Jumat (21/11/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hartiwi menjual cabai rawit merah seharga Rp 70.000/kg dan cabai hijau Rp 20.000/kg. Bagi konsumen, harga ini cukup tinggi.

Mahalnya hargai cabai juga dikeluhkan oleh pedagang lainnya bernama Sumadi. Cabai, kata Sumadi, dijual Rp 75.000-Rp 80.000/kg.

"Kalau cabai rawit sekarang Rp 65.000, sebelumnya Rp 50.000. Naiknya sebelum BBM, dan naik lagi setelah BBM," jelasnya.

Menanggapi keluhan para pedagang, Rachmat Gobel mengatakan bahwa harga cabai memang naik-turun setiap tahunnya. Namun, pemerintah tidak akan tinggal diam. Pemerintah, lanjut Rachmat Gobel, berjanji akan memangkas jalur distribusi cabai sehingga bisa menekan gejolak harga.

"Bagaimana potong jalur distribusi agar potong cost. Saya juga dorong untuk bagaimana upayakan supaya pasokan produksi stabil. Kita bisa pakai teknologi pertanian sehingga dengan demikian bisa jaga stabilitas harga," paparnya.

Selain cabai, ternyata harga daging ayam juga dikeluhkan pedagang. Harga daging ayam kini mencapai Rp 17.500/kg. Biasanya harga ayam dijual Rp 13.500/kg.

"Sekarang nggak ada yang lewat untuk beli karena mahal. Inginnya presiden ganti harga jadi turun, tapi ini malah naik," keluh Daryati, pedagang daging ayam.

Harga telur ayam juga melonjak pasca pengumuman kenaikan harga BBM BBM. Saat ini, harga telur ayam berada di kisaran Rp 19.000/kg. Sebelum kenaikan harga BBM, harga telur adalah Rp 17.000/kg.

Rachmat Gobel pun bertanya kepada pedagang mengenai harga daging sapi. Pedagang menyebutkan, harga daging sapi saat ini masih normal.

Nurhiyat, salah satu pedagang daging sapi, mengatakan harga daging sapi masih bertahan di kisaran Rp 90.000/kg. Harga ini tidak banyak berubah sejak Idul Fitri lalu.

"Alhamdullilah, stabil. Nggak ada kenaikan. Harga masih Rp 90.000 per kg," jelasnya.

Nurhiyat mengaku bisa menjual daging dari 2 ekor sapi yang dipotong setiap harinya. Daging-daging ini diambil dari Rumah Potong Hewan di Pulo Gadung (Jakarta Timur).

Meski harga daging stabil, Nurhiyat mengeluhkan penurunan penjualan. "Biasa 2 ekor, sekarang hanya 1 ekor. Itu belum tentu habis juga," ujarnya.

(feb/hds)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads