BUMN Dinilai Lambat Masuk ke Pasar Ritel

BUMN Dinilai Lambat Masuk ke Pasar Ritel

- detikFinance
Rabu, 10 Des 2014 12:30 WIB
BUMN Dinilai Lambat Masuk ke Pasar Ritel
Jakarta - PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) mengaku siap untuk bersaing dengan toko ritel swasta yang kini sudah berkembang pesat. Hal itu dilakukan melalui tokonya Rajawali Mart dan Waroeng Rajawali.

Direktur Utama PT RNI, Ismed Hasan Putro mengatakan, saat ini ada beberapa perusahaan ritel yang merupakan pemain lama di Indonesia. Salah satunya adalah Indomaret dan Alfamart yang sudah belasan tahun berkecimpung di bisnis ritel.

"Mereka sudah menyerbut ke desa. Gerainya sudah 9.000 lebih bahkan saya dengar sudah 12.000 gerai," tutur Ismed di acara Temu Bisnis Calon Mitra Waroeng Rajawali, di kantor RNI, Jalan Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (10/12/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ismed mengatakan, potensi bisnis ritel masih di Indonesia masih besar. Bisnis ritel kini menurutnya didominasi oleh perusahaan swasta dari hulu ke hilir. BUMN menurutnya masih sangat lamban melakukan pengembangan bisnis di sektor ini.

"Dulu ada Bulogmart tapi manajemen dan pengelolaannya diserahkan ke Indomaret, lalu PT Pos juga namun diserahkan ke Alfamart," tuturnya.

"Fenomena bisnis ini lambat diantisipasi BUMN," imbuhnya.

Dia berharap, Waroeng Rajawali dan Rajawali Mart bisa berjalan sendiri dengan produk-produk yang dihasilkan mayoritas dari hasil produk BUMN. Ismed juga mengatakan, pengelolaannya dari gerai-gerai ritel BUMN tersebut sepenuhnya dilakukan oleh RNI tanpa ada campur tangan pihak swasta. Meski dia mengaku sempat ditawari.

"Saya ditawari bagaimana kalau kami yang memimpin karena kami sudah berpengalaman. Jadi saya terima bersih, terima apa adanya. Saya jawabnya simple saja. Kalau saya serahkan, kapan saya punya pengalamannya," tuturnya.

Saat ini, lanjut Ismed, RNI mengelola 87 gerai Waroeng Rajawali dan Rajawali Mart yang mana 80 adalah milik RNI, dan 7 milik masyarakat. Gerai tersebut tersebar di beberapa daerah di Jakarta.

"Bali, Surabaya kemudian Malang, Lombok, Makassar, Jabodetabek, Banten, Semarang, Medan," tuturnya.

(zul/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads