Direktur Utama PT RNI, Ismed Hasan Putro mengatakan, saat ini ada beberapa perusahaan ritel yang merupakan pemain lama di Indonesia. Salah satunya adalah Indomaret dan Alfamart yang sudah belasan tahun berkecimpung di bisnis ritel.
"Mereka sudah menyerbut ke desa. Gerainya sudah 9.000 lebih bahkan saya dengar sudah 12.000 gerai," tutur Ismed di acara Temu Bisnis Calon Mitra Waroeng Rajawali, di kantor RNI, Jalan Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (10/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu ada Bulogmart tapi manajemen dan pengelolaannya diserahkan ke Indomaret, lalu PT Pos juga namun diserahkan ke Alfamart," tuturnya.
"Fenomena bisnis ini lambat diantisipasi BUMN," imbuhnya.
Dia berharap, Waroeng Rajawali dan Rajawali Mart bisa berjalan sendiri dengan produk-produk yang dihasilkan mayoritas dari hasil produk BUMN. Ismed juga mengatakan, pengelolaannya dari gerai-gerai ritel BUMN tersebut sepenuhnya dilakukan oleh RNI tanpa ada campur tangan pihak swasta. Meski dia mengaku sempat ditawari.
"Saya ditawari bagaimana kalau kami yang memimpin karena kami sudah berpengalaman. Jadi saya terima bersih, terima apa adanya. Saya jawabnya simple saja. Kalau saya serahkan, kapan saya punya pengalamannya," tuturnya.
Saat ini, lanjut Ismed, RNI mengelola 87 gerai Waroeng Rajawali dan Rajawali Mart yang mana 80 adalah milik RNI, dan 7 milik masyarakat. Gerai tersebut tersebar di beberapa daerah di Jakarta.
"Bali, Surabaya kemudian Malang, Lombok, Makassar, Jabodetabek, Banten, Semarang, Medan," tuturnya.
(zul/ang)










































