Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa Ahok mengatakan, kajian pembuatan depo untuk monorel ini tidak layak.
Jakarta Monorail, menurut Ahok, ingin membangun depo di kawasan Tanah Abang. Ini tidak memungkinkan karena wilayah Tanah Abang yang sempit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Jakarta Monorail berencana membangun depo di dekat Banjir Kanal Barat (BKB), kawasan Menteng. Ini juga tidak memungkinkan, mengingat tanggul BKB juga jebol pada 2012 karena arus air yang kuat.
"Masing ingat nggak BKB jebol, pondasi sudah tua. Berani nggak kamu menancap pondasi monorel? Siapa yang mau tanggung risikonya. Jadi kalau nggak menemukan tempat itu, bagaimana saya mau kasih Anda," ujar Ahok.
Lalu bagaimana penyelesaiannya Pak Ahok?
"Tunggu saja gubernur yang lain berani kasih nggak. Saya sih nggak berani kasih zaman saya. Kalau BKB roboh banjir loh. Masa Tanah Abang satu jalan ditutup. Berarti ada kemacetan, beda kalau taruh monorel dari Cibubur nyambung gitu," kata Ahok.
Kemudian soal modal PT Jakarta Monorail yang 70% didapatkan dari utang. Ahok mengatakan, dia ingin melihat bukti bahwa Jakarta Monorail punya 30% modal sisa untuk pembangunan monorel ini. Soal garansi proyek sebesar 5% dari total proyek juga tidak dipenuhi Jakarta Monorail.
"Saya takut dong. Anda percaya nggak sama monorel yang mengaku punya 30% duit buat bangun, tapi nggak menunjukkan uangnya. Terus mengaku punya properti, orang punya gambar laut saja reklamasi di Jakarta, jual gambar laut loh. Laku. Apalagi kamu jualan di atas jembatan Tanah Abang dan Setiabudi, laku nggak? Laku dong," tutur Ahok.
Karena itu, Ahok tidak mau mengambil risiko dengan memberikan izin pembangunan kembali proyek monorel. Dia tidak ingin tiang-tiang monorel yang sekarang mangkrak jumlahnya akan bertambah.
(dnl/hen)











































