Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia Dadi Sudiana kepada detikFinance, Rabu (17/12/2014).
Dadi mengatakan biaya pokok produksi (BPP) cabai rata-rata sekitar Rp 6.000-10.000 per kg. Ketika harga cabai di tingkat petani saat ini mencapai Rp 40.000 per kg maka petani untung. Namun menurut Dadi keuntungan tersebut tak maksimal karena produksi cabai yang mereka hasilkan pun relatif sedikit karena efek musim kemarau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengakui saat ini para petani menikmati tingginya harga cabai di dalam negeri namun justru pengumpul dan pedagang yang lebih untung. Alasannya harga cabai yang dijual petani, ketika sudah sampai di pedagang atau konsumen harganya justru bisa mencapai 3 kali lipat.
"Memang menikmati, harga tinggi tapi produksi sedikit," katanya.
Menurut Dadi, ketika harga cabai anjlok justru yang terjadi sebaliknya, bukan keuntungan justru kerugian yang didapat petani. Pada periode Juni-Juli 2014, harga cabai di pasaran anjlok karena pasokan yang berlebih.
Di Pasar Induk Kramat Jati, harga cabai pada periode Juni-Juli 2014 dijual dengan harga Rp 4.000-5.000/kg. Pada waktu itu harga cabai di petani menyentuh titik terendah Rp 2.000/kg.
Kemudian harga cabai terus mengalami kenaikan di awal Agustus 2014. Harga cabai mulai beranjak dari Rp 10.000/kg hingga Rp 35.000/kg. Kini, pasa Desember harga cabai kembali pedas ke titik tinggi.
Di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur harga cabai keriting merah dijual dengan harga Rp 65.000/kg, cabai merah besar Rp 90.000/kg, cabai rawit merah Rp 70.000/kg, dan cabai rawit hijau Rp 50.000/kg.
(hen/hds)











































