Utang Luar Negeri RI Naik 10,7% Jadi US$ 294,5 Miliar

Utang Luar Negeri RI Naik 10,7% Jadi US$ 294,5 Miliar

- detikFinance
Kamis, 18 Des 2014 08:28 WIB
Utang Luar Negeri RI Naik 10,7% Jadi US$ 294,5 Miliar
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Oktober 2014 tumbuh 10,7% (year-on-year). Sedikit lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan September 2014 sebesar 11,2% (yoy).

Dengan pertumbuhan tersebut, posisi ULN pada akhir Oktober 2014 mencapai US$ 294,5 miliar, meningkat dibandingkan dengan posisi akhir September 2014 sebesar US$ 292,3 miliar. Posisi ULN Oktober 2014 terdiri dari ULN sektor publik sebesar US$ 133,2 miliar (45,2% dari total ULN) dan ULN sektor swasta US$ 161,3 miliar (54,8%). Demikian dikutip dari siaran tertulis BI, Kamis (18/12/2014).

Perkembangan ULN pada Oktober 2014 dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN sektor publik yang melambat di saat pertumbuhan ULN sektor swasta terakselerasi. ULN sektor publik tumbuh 5,9% (yoy), lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 7,9% (yoy). ULN sektor publik didominasi oleh surat utang (53,5% dari total ULN sektor publik) yang mencatat pertumbuhan 22,1% (yoy).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, ULN sektor swasta tumbuh 15,1% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 14,1% (yoy). ULN sektor swasta terutama dalam bentuk perjanjian pinjaman (64,3% dari total ULN sektor swasta) yang tumbuh 9,7% (yoy).

Berdasarkan jangka waktu, posisi ULN masih didominasi ULN berjangka panjang. Pada Oktober 2014, ULN berjangka panjang tercatat sebesar US$ 245,6 miliar, atau mencapai 83,4% dari total ULN. Dari jumlah tersebut, ULN berjangka panjang sektor publik mencapai US$ 129 miliar atau 96,9% dari total ULN sektor publik, dan ULN berjangka panjang sektor swasta tercatat US$ 116,6 miliar atau 72,3% dari total ULN swasta.

ULN berjangka panjang pada Oktober 2014 tumbuh 10,5% (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan bulan September 2014 yang sebesar 11,3% (yoy). Sementara itu, ULN berjangka pendek tumbuh 11,7% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 10,8% (yoy).

Pertumbuhan ULN swasta yang meningkat pada Oktober 2014 terutama didorong oleh meningkatnya pertumbuhan ULN beberapa sektor ekonomi utama. Posisi ULN pada akhir Oktober 2014 terutama terpusat pada sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas, dan air bersih (77,5% terhadap total ULN swasta).

ULN sektor keuangan, serta dan listrik, gas, dan air bersih masing-masing tumbuh sebesar 34,3% (yoy) dan 5,1% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 31,5% (yoy) dan 3,4% (yoy). Sementara itu, ULN sektor industri pengolahan tumbuh 12,2% (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan September 2014 sebesar 13,3% (yoy). Di sisi lain, ULN sektor pertambangan mengalami kontraksi 0,7% (yoy).

"BI memandang perkembangan ULN masih cukup sehat, namun perlu terus diwaspadai risikonya terhadap perekonomian. Ke depan, BI akan tetap memantau perkembangan ULN, khususnya ULN swasta. Hal ini dimaksudkan agar ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi," sebut pernyataan BI.

(hds/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads