Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekarang langsung terlibat dengan proses pergantian direksi ini selaku ketua Tim Penilai Akhir (TPA).
"Sekali lagi, kita ingin memperbaiki semua BUMN kita. Dalam rangka memperbaiki itu ada banyak jalan, dan jalan-jalan yang ingin ditempuh saya mendapatkan usulan-usulannya," kata Jokowi usai membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (18/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua BUMN yang sudah dirombak jajaran direksinya adalah PT Pertamina (Persero) dan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Beberapa BUMN masih menunggu perombakan direksi, di antaranya PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Pindad (Persero).
Jumlah direksi di tiap BUMN saat ini juga dinilai terlalu banyak sehingga kurang efisien. Rata-rata tiap BUMN besar punya sekitar 8-12 direktur termasuk direktur utama (dirut).
(ang/dnl)











































