Rusia Terancam Krisis, Ini Merek-merek yang Kena Imbasnya (2)

Rusia Terancam Krisis, Ini Merek-merek yang Kena Imbasnya (2)

- detikFinance
Senin, 22 Des 2014 07:45 WIB
Rusia Terancam Krisis, Ini Merek-merek yang Kena Imbasnya (2)
Foto: Reuters
Jakarta - Ekonomi Rusia saat ini sedang anjlok karena penurunan harga minyak serta sanksi dari negara Barat. Kondisi ini membuat omzet perusahaan-perusahaan dari negara Barat tertahan.

Anjloknya mata uang ruble dan kejatuhan harga minyak menjadi penyebab utama terhantamnya ekonomi Rusia. Bila harga minyak tak membaik, maka PDB atau perekonomian Rusia bakal jatuh hingga 5% tahun depan.

Berita buruknya, banyak perusahaan-perusahaan dari negara Barat yang memiliki ketergantungan bisnis dengan Rusia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kolapsnya mata uang ruble membuat harga-harga barang di Rusia menjadi mahal. Kondisi bakal membuat pembelian barang-barang impor dari negara Barat menjadi menurun.

Bahkan perusahaan seperti IKEA, General Motor, dan Apple menghentikan sementara bisnisnya di Rusia.

Berikut merek-merek barang asal negara Barat yang terkena dampak dari krisis di Rusia, dilansir dari CNN, Sabtu (20/12/2014).



5. BP (British Petroleum)

Foto: Reuters
Anjloknya harga minyak dan sanksi dari Barat menimpa BP. Karena BP merupakan memiliki saha, dalam jumlah besar di Rozneft, perusahaan minyak terbesar Rusia.

Rozneft telah kehilangan aksesnya ke AS dan Eropa Barat, jalur pembiayaan keuangannya juga ditutup karena sanksi yang diberlakukan. Karena itu, apda kuartal III-2014, laba Rozneft turun 86%, karena turunnya harga minyak dan ruble.

Tahun ini, harga saham BP turun 17%.

4. Adidas

Turunnya konsumsi di Rusia, membuat produsen perlengkapan olahraga asal Jerman ini menutup toko-tokonya di negara beruang merah tersebut.

Adidas merupakan sala satu merek terbesar di Rusia, dengan 1.100 toko. Chief Executive Officer (CEO) Adidas, Herbert Hainer mengatakan bulan lalu, anjloknya ruble berdampak negatif kepada bisnis Adidas.

3. Carlsberg

Foto: Reuters
Produsen bir asal Denmark ini mengalami penurunan permintaan di Rusia. Pasar bir turun 7% selama 6 bulan di 2014, karena ketidakpastian ekonomi.

Carlsberg disebut sangat ketergantungan dengan penjualan di Rusia.

2. Volkswagen

Foto: Reuters
Sama seperti Ford, Volkswagen (VW) mengalami nasib yang sama. Produsen mobil asal Jerman ini menghentikan produksi apda pabriknya di Rusia, tepatnya di kota Kaluga, selama 10 hari di September. Ini akibat melemahnya kondisi ekonomi.

Cabang VW di Rusia penjualannya turun 205 pada Januari-November 2014.

1. Ford

Foto: Reuters
Bisnis otomotif di Rusia sangat berat. Penjualan mobil sepanjang tahun ini turun 12%, menurut asosiasi bisnis Eropa. Ford salah satu yang tertimpa keras. Penjualan Ford turun 40% dalam 11 bulan terakhir di tahun ini.

Produsen otomotif ini diberitakan akan memangkas 950 pegawai di Rusia pada April 2015.
Halaman 2 dari 6
(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads