Asuransi Datangkan Tenaga LN untuk Nilai Kerusakan di NAD
Selasa, 25 Jan 2005 16:44 WIB
Jakarta -
Perusahaan asuransi umum akan mendatangkan penilai dari luar negeri untuk menilai kerusakan bangunan yang terkena bencana gempa dan tsunami di Aceh dan Sumut. Pasalnya, penilai yang ada saat ini dianggap tidak mencukupi."Bayangkan saja kalau untuk menilai sebuah gedung besar dibutuhkan dua orang penilai, maka berapa banyak penilai yang dibutuhkan. Sekarang ini penilai kita jumlahnya sangat terbatas. Makanya, akan kita datangkan penilai dari luar negeri," kata Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Frans Y. Sahusilawane saat jumpa pers di Gedung Depkeu, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa, (25/1/2005).Hal berbeda diungkapkan Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Adi Purnomo yang menyebutkan bahwa untuk asuransi jiwa saat ini proses penilaian sudah berjalan dan tidak membutuhkan penilai dari luar negeri.Dalam kesempatan yang sama, Frans menyebutkan untuk asuransi umum hingga satu bulan ini belum ada satu pun klaim yang dibayarkan, karena pihak tertanggung pun belum ada yang melaporkan adanya kerugian. Sedangkan untuk asuransi jiwa saat ini pembayarannya sudah mulai dilakukan, terutama untuk perawatan di rumah sakit.Dalam kesempatan itu, Frans juga menyebutkan perusahaan-perusahaan asuransi saat ini telah melakukan usaha maksimal untuk secepatnya mengoperasikan kembali kantor cabang atau perwakilannya di Aceh.Rencananya, mulai 1 Februari 2005 nanti akan dibuka posko pelayanan klaim tsunami yang bertugas memberikan informasi asuransi dan pusat komunikasi dengan perusahaan-perusahaan asuransi yang belum dapat mengoperasionalkan kantor cabang atau perwakilannya di Aceh. Posko ini rencananya akan bertempat di kantor PT Asuransi Jasa Indonesia cabang NAD.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































