Akhir Tahun, Rachmat Gobel 'Pusing' Urus Harga Cabai dan Beras

Akhir Tahun, Rachmat Gobel 'Pusing' Urus Harga Cabai dan Beras

- detikFinance
Senin, 29 Des 2014 19:14 WIB
Akhir Tahun, Rachmat Gobel Pusing Urus Harga Cabai dan Beras
Jakarta - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sore ini berkumpul untuk membahas persoalan inflasi di kantor Kemenko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta. Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel punya dua masalah yang harus ditangani yaitu soal harga cabai dan beras.

Saat ini, dari berbagai komoditas pangan, harga cabai mengalami kenaikan paling tinggi. Sehingga mendorong tingginya inflasi bulan Desember 2014, yang juga disebabkan oleh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Paling banyak cabai tuh yang paling tinggi," ungkapnya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (29/12/2014)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tingginya harga cabai terjadi pada semua jenis pangan pedas ini. Penyebabnya karena produksi yang berkurang sehingga berdampak pada pasokan. "Memang susah ya, tapi besok saya akan lihat ke daerah Bayuwangi katanya ada panen cabai keriting," jelasnya.

Sedangkan, harga beras juga mengalami kenaikan, meski tidak setinggi harga cabai. Diduga akibat permainan harga oleh para pedagang karena stok beras masih cukup selama 6 bulan.

"Beras stok nya cukup. Cuma saya heran kok harganya naik, tapi masih dalam batas wajar. Kayaknya pedagang yang main," kata Rachmat.

Sementara itu untuk komoditas lainnya cukup terkendali, misalnya ikan yang sudah mengalami tren penurunan harga karena besarnya pasokan dalam negeri.

"Ikan nggak ada masalah. Kan terpenuhi dari pasar domestik," tukasnya.


Seperti diketahui harga cabai terus naik, memasuki musim hujan, bahkan di Jakarta harganya mencapai Rp 100.000 per kg.

(mkl/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads