"Harga telur ayam naik Rp 4.000 sejak tadi pagi," kata penjual telur ayam di Pasar Warakas, Jakarta Utara Ayu kepada detikFinance, Rabu (31/12/2014).
Ayu tidak bisa mengungkapkan penyebab kenaikan harga telur ayam. Ia mengakui harga telur ayam naik atau turun setiap hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu untuk daging ayam potong tidak terlalu mengalami kenaikan harga cukup tajam. "Harga daging ayam stabil-stabil saja Rp 45.000 untuk 1,5 kg," katanya.
Sedangkan di tempat yang saja, Radjiman pedagang daging sapi mengungkapkan harga daging sapi tetap di angka Rp 100.000/kg. Harga tersebut tidak berubah sejak perayaan Hari Natal 2014 lalu.
"Daging sapi tetap, harganya Rp 100.000/kg, karkas masih Rp 75.000/kg belum ada perubahan harga," tukasnya.
Roni, pedagang beras mengatakan harga seluruh jenis beras mengalami kenaikan. Kenaikan harga terjadi rata-rata Rp 500-1.000/kg.
Contohnya harga beras jenis IR 64 naik dari Rp 7.900/kg menjadi Rp 8.500/kg. Hal yang sama juga terjadi pada jenis beras muncul I (pera) dari Rp 9.000/kg menjadi Rp 10.000/kg.
Sementara untuk beras jenis premium yaitu Pandanwangi juga mengalami kenaikan dari Rp 11.000/liter menjadi Rp 11.500/liter dan beras ketan dari Rp 11.000/kg menjadi Rp 12.000/kg.
Roni membenarkan faktor utama naiknya harga turunnya harga beras adalah BBM dan stok beras itu sendiri. "Belum tahu berapa besar penurunan harga nanti," kata Roni.
(wij/hen)











































