Direktur Keuangan TAXI David Santoso mengklaim, tarif taksi yang diterapkan di Indonesia merupakan yang termurah di dunia.
"Kita merupakan tarif taksi termurah di dunia. Bahkan dibanding negara tetangga seperti Singapura," katanya kepada detikFinance, Kamis (8/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Paling mahal itu London, kemudian Jepang, Amerika Serikat, Tiongkok, Hong Kong. Singapura saja yang paling dekat dengan kita tarifnya mencapai Rp 35.000 kalau dirupiahkan, sekali buka pintu," ucap dia.
Menurut David, angkutan taksi memang diperuntukkan bagi kalangan menengah atas. Semestinya, kenaikan tarif saat ini tidak menjadi masalah di masyarakat.
"Ya memang sebenarnya taksi itu untuk angkutan kelas menengah ke atas, jadi harga segitu wajar, kan menjual service. Pelayanan kan ada biayanya juga," terangnya.
David mengungkapkan, banyak komponen lain yang lebih berpengaruh signifikan dibanding harga BBM. Kenaikan gaji pegawai menjadi salah satu komponen terbesar biaya operasional perusahaan. Pos ini harus dilakukan penyesuaian secara berkala.
"Kalau tarif nggak dinaikkan yang rugi sopir angkutan umum karena potongan setorannya tinggi sementara dia menanggung beban tinggi karena ongkos murah, sehingga pelayanan tidak maksimal, ada 24.000 sopir taksi di sini dengan total sekitar 11.000 unit taksi," sebutnya.
Saat ini, pihaknya mematok tarif taksi sebesar Rp 7.500 sekali buka pintu dan Rp 3.600 per kilometer. Sebelumnya Rp 6.000 sekali buka pintu dan Rp 3.000 per kilometer.
"Kenaikan tarif taksi dilakukan saat kenaikan harga BBM karena memang jendela negosiasi dengan pemerintah untuk menaikkan tarif bisa dilakukan saat kenaikan harga BBM. Kalau tidak ada kenaikan BBM tiba-tiba menaikkan tarif nanti timbul pertanyaan di masyarakat," tandasnya.
(drk/ang)











































