Amran mengaku sempat mendengar cerita Presiden Jokowi yang ditawari beras impor oleh Presiden Vietnam Truong Tan Sang di sela-sela KTT APEC, beberapa waktu lalu. Pasca cerita itu, Amran merasa sakit hati dan ingin membuktikan Indonesia mampu swasembada beras, hingga jadi eksportir beras.
"Saya janji kalau sudah swasembada tercapai, saya akan ke negara lain menjual beras. Presiden kita ditawari Vietnam kapan beli beras. Kita lawan," tegas Amran di Gedung A Kementerian Pertanian (Kementan) Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (16/01/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah swasembada, kira-kira 84 juta ton GKG. Targetnya di atas 3 tahun, mungkin 4 tahun," imbuhnya.
Cara yang dilakukan untuk menggenjot produksi padi di dalam negeri salah satunya dengan menggunakan bibit padi yang dibuat Institut Pertanian Bogor (IPB). IPB telah mampu memproduksi benih varietas unggul yaitu IPB 3 S dan IPB 4 S dengan produksi masing-masing 11,5 ton/hektar/musim dan 10,6 ton/hektar/musim.
"Doakan. Nanti pasar Eropa dan Amerika semakin terbuka untuk padi organik. Kami kerjasama membentuk Winning Team dengan IPB untuk mengupayakan padi organik," seru Amran.
(wij/hen)











































