Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman optimistis produksi 73 juta ton GKG tahun ini bisa tercapai. Bahkan secara bertahap produksi padi terus meningkat dan tidak perlu impor.
"Swasembada membutuhkan 73 juta ton GKG, itu sudah cukup," tegas Amran saat ditemui di Gedung A Kementerian Pertanian (Kementan) Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (16/01/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya menurut Amran dengan total luas areal tanam yang ada saat ini sebesar 7,1 juta hektar dikalikan masa panen 2 kali setahun produksi padi Indonesia ke depan cukup berlimpah.
"Lahan kita cukup tapi ini harus alih fungsi lahan kita tekan. Lahan kita 7,1 juta hektar. Nggak usah 10 ton/hektar produksinya, cukup 8 ton/hektar saja dikalikan 7 juta hektar itu 56 juta ton. Kalau dikalikan 2 jadi 110 juta ton. Itulah potensi lahan di Indonesia manakala menggunakan benih unggul," papar Amran optimistis.
Optimisme Amran semakin bertambah, ketika IPB menawarkan teknologi dan sistem modernisasi pola tanam padi. Ia juga sedang memperjuangkan kenaikan jumlah anggaran kementeriannya sebesar Rp 16,9 triliun kepada Presiden Joko Widodo guna mendukung program swasembada pangan.
"Irigasi, alsintan (alat mesin pertanian), saya kira ke depan dari IPB bisa menciptakan alat mesin pertanian. Semakin meyakinkan swasembada 3 tahun ke depan," kata Amran.
(wij/hen)











































