"Sekarang saya sedang didemo Pak. Saya tidak memperbolehkan jualan solar di tengah laut lalu mengeluarkan aturan transhipment (bongkar muat kapal di tengah laut). Ada 10 kelompok yang demo saya," ungkap Susi kepada Gobel saat rapat kerja dengan para pejabat Kementerian Perdagangan (Kemendag) di kantor Kemendag Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Selasa (27/01/2015).
Susi yang duduk tepat di sebelah Gobel mengungkapkan, ada beberapa kelompok yang tidak pro terhadap kebijakan Susi, yang paling banyak adalah nelayan lobster. Susi mengatakan, banyak nelayan lobster terutama yang berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang bereaksi keras atas kebijakan Permen KP No. 1/2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susi menegaskan, nelayan lobster Lombok hanya butuh kesabaran memanen lobster dari Perairan Lombok. Di samping nelayan lobster, Susi juga mengaku didemo oleh petani kepiting.
"Saya juga didemo petani kepiting," katanya.
Soal pelarangan transhipment, Susi mengaku akan mengeluarkan kebijakan membolehkan transhipment bagi kapal lokal. Akan tetapi bila aturan yang dikeluarkan ini kembali disalahgunakan pelaku usaha, yang rugi adalah Kementerian Perdagangan, karena nilai ekspor Indonesia dari sektor perikanan tidak akan meningkat.
"Khusus transhipment mereka juga protes ke saya. Kalau saya keluarkan juknis (petunjuk teknis) lalu disalahgunakan anjloklah ekspor Bapak," kata Susi yang diikuti gelak tawa para pejabat Kemendag dan Mendag Rachmat Gobel yang mengenakan baju batik biru bermotif.
(wij/dnl)










































