Sampai-sampai, untuk memastikan bahwa Sigit layak menjadi orang nomor satu di pajak, pihak Inspektur Jenderal Kemenkeu membututi segala kegiatan Sigit.
"Semua sudah dilewati assessment, kesehatan, wawancara, KPK, PPATK, BIN, Inspektur Jenderal. Tim Irjen kita ketika dalam proses pemilihan, dia melakukan pengawasan, ngikutin (Sigit) kemana-mana, ngawasi tanpa diketahui, untuk tahu betul benar nggak ini," jelas Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro saat ngobrol santai di Pasar Santa, Blok M, Jakarta Selatan, Minggu (1/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proses panjang, dulu kan menteri punya hak prerogatif, kalau dia ya dia, sekarang nggak, pakai seleksi panjang, dari 28 tersaring 11, kemudian 7, dari saya ke presiden ajuin 4, nah dari 4 ke 1, presiden setuju," paparnya.
Bambang menilai, Sigit mempunyai pengalaman di bidang perpajakan yang mumpuni. Sebelumnya, Sigit sudah menangani pajak dari para Wajib Pajak (WP) kelas kakap.
"Dia pengalaman lapangan cukup banyak, terakhir Kepala Kanwil WP besar," ucapnya.
Selain itu, di lingkungan kerjanya, Sigit dinilai punya jiwa kepemimpinan yang bagus. Hal itu menjadi modal untuk bisa bekerja lebih baik.
"Saya sudah ngecek ke pajak, dia relatif paling diterima di pajak, pendekatan ke bawahan bagus, kepemimpinan penting, instansi pajak kan membawahi 32.000 orang dan akan naik terus kan, kita mau rekrut 4.000 tambahan, dan perlu pimpinan yang bisa menangani ini," kata Bambang.
Bambang juga ingin Dirjen Pajak yang baru berasal dari lingkungan dalam Kemenkeu yang memang tahu betul seluk-beluk perpajakan.
"Saya juga kan pernah ngomong, Dirjen pajak berikutnya dari dalam, saya minta buktikan, dengan orang dalam lebih bagus," katanya.
(drk/hen)










































