Pemilu Irak Sukses, Harga Minyak Dunia Mulai Surut
Senin, 31 Jan 2005 14:36 WIB
Jakarta - Harga minyak mentah dunia secara perlahan surut hingga di bawah US$ 47 per barel seiring suksesnya pemilu di Irak sehingga tidak mengganggu ekspor minyaknya. Harga minyak AS turun hingga 62 sen menjadi US$ 46,56 per barel pada awal perdagangan elektriknya. Level ini berarti sudah 6 pesen dibawah level tertingginya pada pekan lalu hingga di level US$ 50 per barel. Para pialang yang tengah menghadapi ketidakpastian pada akhir pekan melakukan aksi ambil untung setelah pemilu Irak. Namun demikian keputusan OPEC dalam pertemuannya di Wina, Minggu kemarin dinilai tidak memberi kejutan yang besar pada pasar. Selain itu dua faktor yang dinilai sangat berpengaruh terhadap pergerakan harga minyak adalah konflik di Irak yang dapat mengganggu ekspor minyak dan juga berkurangnya cadangan minyak di AS menyusul dinginnya musim semi di AS. Musim yang lebih dingin itu dinilai membuat permintaan akan bahan bakar meningkat. "Pasar telah digerakkan oleh berita OPEC, Irak dan musim yang dingin di AS. Namun semuanya sudah berakhir," kata Shun Maruyama, analis dari UFJ Institut, Jepang seperti dilansir Reuters, Senin (31/1/2005)."Saya rasa kita akan keluar dari musim semi di belahan bumi utara dan juga persediaan yang masih berada di level yang baik. Selanjutnya kita akan melihat harga akan kembali turun. Tapi mereka telah membuatnya jelas bahwa mereka akan mendukung harga turun hingga US$ 40 per barel," kata Daniel Hynes, dari ANZ Bank, Melbourne.
(qom/)










































