Bambang menuturkan target penerimaan pajak yang ditetapkan tahun ini sekitar Rp 1.300 triliun. Jauh lebih tinggi dibandingkan realisasi yang dicapai pada 2014.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P) 2014 menargetkan setoran pajak sebesar Rp 988,5 triliun, tetapi hanya terealisasi Rp 894,5 triliun atau 89,6%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Bambang optimistis target tersebut akan dicapai melalui kepemimpinan Sigit. Salah satunya karena sosok Sigit merupakan pegawai yang senior pada instansi pajak.
"Saat berinteraksi dengan segenap warga ditjen pajak, kami punya keyakinan dan harapan di bawah kepemimpinan Pak Sigit. Target 2015 itu bisa tercapai," jelasnya.
Ada beberapa hal yang menjadi pesan Bambang untuk Sigit, yaitu tingkatkan kepatuhan wajib pajak (WP), kurangi kebocoran penerimaan pajak, membangun instansi ditjen pajak menjadi sangat kuat.
"Saya serahkan upaya ini dengan pesan, bahwa intinya meningkatkan kepatuhan, kurangi kebocoran, dan basmi praktik yang membuat DJP tak berdaya memungut pajak," kata Bambang.
Bambang juga mengingatkan agar tidak ada gangguan terhadap aktivitas bisnis, karena nantinya elemen ini akan sering bersentuhan. "Upaya untuk meningkatkan penerimaan tidak untuk menganggu aktivitas bisnis di Indonesia," tukasnya.
Selain tugas tadi, Sigit juga punya tantangan mengelola para anak buahnya yang mencapai 32.000 orang di seluruh Indonesia. "Untuk Pak Sigit yang memegang 32.000 pegawai pajak, ini tidak mudah," jelas Bambang.
Menurutnya sosok Sigit yang senior dibandingkan pegawai lainnya sangat menunjang kinerjanya sebagai Dirjen Pajak. "Maka leadership sangat diperlukan dan Pak Sigit harus bisa mengayomi semua pegawai dan memberikan motivasi dan meningkatkan semangat," sebutnya.
Bambang menjelaskan, pegawai pajak merupakan aset yang berharga untuk instansi, dari kinerja pegawai maka akan mampu mendorong adanya peningkatan setoran pajak.
"Karena dari 1 Pegawai itu membantu adanya setoran," kata Bambang.
(mkl/hen)











































