Tim Ekonomi SBY Masih Lemah

Tim Ekonomi SBY Masih Lemah

- detikFinance
Selasa, 01 Feb 2005 16:24 WIB
Jakarta - Tim ekonomi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai belum bekerja dengan baik. Koordinasi para menteri-menteri dinilai sebagai salah satu penyebab lemahnya kabinet pemerintahan SBY."Pengamatan saya tim ekonomi SBY selama 100 hari ini koordinasinya masih amburadul. Belum jelas arahnya dan belum menemui akar masalah. Road map sudah ada tapi belum ada kebijakan strategis, serta alasan belum turunnya keppres menjadi alasan untuk lambat bekerja," kata Anggota Komisi VI DPR Zoelkifli Limansyah kepada wartawan di gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (1/2/2004).Menurutnya, para tim ekonomi hanya berpikir membangun struktur baru berpikir strategis. "Telah terjadi perbedaan pemahaman antara Departemen Perdagangan, Departemen Perindustrian, BUMN dan BKPM. Misalnya pemahaman akan akar masalah, tolak ukur daya saing, kemampuan memproduksi serta pemahamanan produk kompetitif dari segi harga dan kualitas," ungkapnya.Lebih jauh, kata dia, dalam kebijakan industri seharusnya diidentifikasikan terlebih dulu produk unggulan Indonesia lalu negara tujuan ekspornya. Lalu dilakukan pemetaan industri yang diterjemahkan menjadi industrial policy yang dibahas secara nasional."Adalah kelemahan bila mematok pertumbuhann makro dengan salah satunya menggunakan target Bappenas dimana sektor industri tumbuh menjadi 8,56 persen. Pembangunan hakiki tidak boleh direvisi maknanya pada produktivity approcah. "Yang benar adalah pemberdayaan masyarakat. Percuma kalo pertumbuhannya tinggi kalau pemainnya orang luar, bahkan terjadi deindustrialisasi," tandasnya. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads